Tuntut Pembangunan, Tokoh Papua ke Istana

Suku Asmat di Provinsi Papua
Sumber :
  • REUTERS/Muhammad Yamin

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima sejumlah tokoh Sinode Papua di Wisma Negara, Jakarta, Rabu 1 Februari 2012. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto kedatangan para pemuka agama itu untuk meminta pemerintah membangun Papua dengan damai dan aman.

"Selama ini presiden menjalin dialog dengan siapa saja, ada beberapa kelompok," kata Djoko usai pertemuan.

Menurut Djoko, masyarakat Papua ada banyak unsur, namun kali ini yang menyampaikan aspirasi giliran pimpinan persekutuan gereja-gereja. "Yang penting tujuannya adalah membangun Papua damai. Dan membangun Papua ke depan lebih baik, dan itu kita sepakati semua," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan presiden menyambut baik masukan-masukan para pemuka agama itu. "Presiden meminta ke semua pihak untuk terus mendialogkan kemajuan Papua," katanya.

Dalam pertemuan itu, SBY meminta jajaran di bawahnya segera mewujudkan pembangunan di Papua. Transportasi mendapat perhatian khusus. Karena, kemudahan transportasi bisa menurunkan harga-harga kebutuhan di Papua. Masalah ketersediaan semen untuk pembangunan juga tak luput dari perhatian SBY.

"Pelayaran sedang dikonkritkan, sekarang sedang dibuat kajian bagaimana membuat pabrik semen, kapal segera dibeli untuk memperlancar transportasi agar akses tidak mahal," ujar Gamawan.

"Jadi ada quicks win yang harus diwujudkan dalam waktu dekat ini di Papua. Di samping dialog-dialog yang terus dikembangan berbagai unsur dan itu harus membuka diri seluas-luasnya untuk membuka dialog. Beliau menugaskan wapres untuk memujudkan.”

Tokoh-tokoh yang hadir itu antara lain:

1. Pdt. Lipiyus Biniluk,
2. Dr. Neles Tebay, Pr.
3. Pdt. Jan Pieth Wambraw, 4. Pdt. Isai Doom, S.Th.,.
5. Pdt. Ronaldly Rionaldo Waromi, S.Th.
6. Pdt. Theopilus Maupa
7. Pdt. Daniel Sukan, S.Th.
8. Pdt. J. Willem Yance Maury, S.Th.
9. Pdt. Dorman Wandikbo,
10.  Pdt. Obednego Mauri,
11. Ev. Mathias Sarwa,
12. Pdt. Yulianus Worabay,
13. Sdr. Maurits Rumbekwan, SH. (eh)