Kemasyhuran Sukarno Mudahkan TNI dalam Misi Damai PBB

Ratusan Prajurit Skuadron 31 Serbu tiba di Semarang, Jawa Tengah, usai bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Mali pada Rabu, 23 November 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id - Kisah membanggakan diungkapkan para prajurit TNI Angkatan Darat asal Skuadron 31 Serbu Semarang yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjaga keamanan di Republik Mali, Afrika Barat.

Salah satu kisah menginspirasi adalah seputar kemasyhuran sosok Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Inddonesia, Sukarno. Rakyat Mali banyak mengenal Sukarno sehingga memudahkan tugas prajurit TNI.

Menurut Komandan Pasukan Perdamaian PBB dari Skuadron 31 Serbu Semarang, Mayor Yakti Raharjo, mayoritas warga Mali sangat mengagumi Sukarno.

"Mereka begitu baik kepada kita, karena mereka sangat mengenal sosok Presiden Sukarno. Selain itu, warga senang dengan keramahtamahan kita sebagai orang Indonesia," kata Raharjo pada Kamis, 24 November 2016.

Banyaknya warga di lereng Gurun Sahara itu yang mengenal Sukarno, kata Raharjo, membuat mereka menggelar jamuan spesial tatkala pasukan perdamaian PBB dari Kontingen Garuda hendak pulang ke Tanah Air. Pasukan yang tergabung dalam Satgas Helikopter TNI dari kontingen Garuda XXXVII-A itu menjalankan misi penjagaan selama 1,5 tahun.

Selama menjalankan misi di Mali, kisah haru sudah banyak dirasakan, terutama saat memburuknya situasi keamanan di Mali sejak beberapa tahun terakhir. Negara di kawasan Gurun Sahara itu mengalami krisis di berbagai sektor.

Suatu ketika, kata Raharjo, banyak pasukan gabungan PBB yang tumbang karena jadi sasaran tembak para pemberontak. Bahkan prajurit kontingen Garuda jatuh korban paling banyak.

"Tapi kita diuntungkan dengan situasi sosial di sana. Apalagi rakyat Mali yang notabene memeluk agama Islam sangat menghormati sosok Sukarno," ujarnya.

Sebanyak 140 prajurit dari Skuadron 31 Serbu Semarang pulang Tanah Air pada Rabu, 23 November 2016. Mereka bertugas sebagai satu-satunya prajurit helikopter yang ditugaskan di Mali sejak tahun 2015.