Nekat Curi Motor Tentara Kopaska, Dua Pelaku Tewas Didor

Para pencuri kendaraan bermotor berhasil dicokok aparat berwenang beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Kelompok pencuri kendaraan bermotor yang satu ini sepertinya salah sasaran. Bukannya membawa pulang sepeda motor curian, dua di antara tiga pencuri itu malah menemui ajal. Rumah yang mereka satroni ternyata milik seorang perwira TNI berinisial Mayor TW. Dia anggota pasukan elite TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simorejo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu dini hari, 5 Juli 2017. Kala itu, kampung rumah korban sepi karena warga tengah lelap dalam tidur.

Komplotan pencuri motor yang diperkirakan berjumlah tiga orang menyelinap masuk ke rumah Mayor TW. Rupanya, pemilik rumah mengetahui aksi pencuri motor itu. Dari lantai dua rumah, pemilik melihat pencuri membawa keluar motor Honda Beat miliknya.

Letusan senjata api tiba-tiba menyalak. Satu pelaku rubuh di dekat rumah korban. Dia tewas di tempat. Dua lainnya melarikan diri. Diduga, satu di antara dua pelaku yang kabur juga terkena tembakan. Warga terbangun dan keluar rumah, polisi datang kemudian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga, membenarkan peristiwa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berujung pada tewasnya pelaku itu. Tetapi dia enggan menjelaskan soal penyebab tewasnya pelaku.

Dia menjelaskan, tiga pelaku beraksi di rumah korban. Dua pelaku yang teridentifikasi, yakni Abdul Ajis (28 tahun) dan Nadi Binto (26), keduanya warga Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ajiz tewas di dekat rumah korban, sementara Nadi diketahui meninggal dalam perjalanan kabur.

"Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan di TKP, satu tersangka tewas di lokasi kejadian, satu tersangka lagi meninggal dunia saat perjalanan kabur. Informasi dari keluarga Nadi, yang bersangkutan sudah dimakamkan hari ini," kata AKBP Shinto kepada wartawan di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 Juli 2017. (ren)