Sudirman Said Mengaku Pernah Dituduh Antek Zionis Yahudi

Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah, saat dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 10 April 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

VIVA – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku kerap diserang isu-isu bernuansa SARA selama menjalani rangkaian penyelenggaraan pilkada tahun 2018. Meski begitu, Sudirman memilih untuk tidak mempersoalkannya. 

"Saya dikatakan kanan (baca: kelompok fundamentalis Islam), dikatakan ekstremis, tapi setelah itu saya justru dikatakan antek zionis," kata Sudirman saat dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 10 April 2018.

Ia tidak menanggapi dan mempersoalkan serangan kampanye hitam itu demi menjaga persatuan dan keamanan masyarakat Jawa Tengah. Sebab, sejak awal, ia meyakini pesta demokrasi di provinsi dengan 35 kabupaten/kota itu bebas isu SARA. Kalau pun ada, tentu tak akan berkembang dan meluas.

Selama berkampanye, Sudirman selalu mendatangi semua jenis kelompok tanpa membedakan meski sering terkendala keterbatasan waktu sehingga tak semua dapat didatangi.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu juga memastikan bahwa dia maupun lawannya Ganjar Pranowo diusung oleh partai yang sama-sama memiliki basis massa kalangan nasionalis dan agamis-muslim, terutama kalangan Nahdlatul Ulama. Ida Fauziyah, calon wakilnya, bahkan mantan ketua umum Fatayat NU. "Jadi tidak ada alasan untuk kami melempar isu SARA," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ganjar Pranowo juga menyatakan bahwa Jawa Tengah harus bebas dari isu SARA. Ia juga mengaku pernah melaporkan kasus serangan berbau SARA yang ditujukan kepada rivalnya, Sudirman Said.

"Ketika Pak Dirman diterpa isu antek Yahudi menggunakan akun ganjar2periode, tim saya melapor ke Polda. Dan akhirnya akun tersebut ditutup langsung," ujarnya. (ren)