Pilpres 2019 Diharapkan Tak Seperti Pilkada DKI, Marak Hoax

Ilustrasi Deklarasi Damai Pilkada DKI Jakarta 2017
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Tahun politik akan mencapai puncaknya pada Pemilihan Presiden 2019. Ajang Pilpres 2019 diharapkan bisa berjalan kondusif dan tak lagi diramaikan dengan isu hoax yang memunculkan benih permusuhan. Polemik ini cukup terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Achmad Baidowi berharap, isu hoax bisa diredam karena tak memberikan pendidikan politik.

"Tidak mengembangkan isu hoax karena tak mendidik. Kita harap pendidikan politik pada masyarakat sejalan dengan meningkatnya peradaban masyarakat," kata politikus yang akrab disapa Awiek itu kepada wartawan, Jumat 13 April 2018.

Menurut dia, pendidikan politik sangat diperlukan agar perkembangan demokrasi tak berjalan mundur. Sebab, kata dia, persaingan boleh saja terjadi tapi jangan sampai menimbulkan benih permusuhan.

"Kontestasi politik dalam hal yang wajar boleh saja tapi jangan sampai dibuat pecah, cukup pengalamam Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017 cukup menguras energi kita yang enggak perlu," kata Awiek.

Untuk diketahui, pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada awal Agustus 2018. Sementara ini, sejumlah partai sudah menyatakan dukungannya pada presiden petahana Joko Widodo. Selain PPP, ada PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

Adapun Gerindra juga tetap mencalonkan Prabowo Subianto. Gerindra masih menunggu koalisi yang diprediksi bersama PKS. Lalu, Demokrat dan PAN masih belum memutuskan arah sikap politiknya untuk Pilpres 2019. (mus)