Partai Ummat Usung Politik Identitas Islam: Masjid Tempat Perjuangan Jihad Politik

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amein Rais. (tengah) dan Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

VIVA Politik - Partai Ummat menyoroti istilah politik identitas yang dinarasikan menyesatkan jelang Pemilu 2024. Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan pihaknya akan melawan dengan cara elegan dan beradab terhadap narasi yang menyesatkan tersebut.

Demikian disampaikan Edo, sapaan akrabnya dalam video yang beredar. Omongan Edo itu diduga dikatakan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut dia, narasi politik identitas seperti jadi latah yang kosong isinya. Ia mengatakan pihaknya siap menjelaskan politik identitas yang benar.

"Kita akan secara lantang mengatakan ya kami Partai Ummat, ya kami adalah politik identitas. Kita akan jelaskan, kita akan jelaskan. Tanpa moralitas agama, politik akan kehilangan arah dan terjebak dalam moralitas yang relatif dalam etika yang situasional," kata Edo, dikutip pada Selasa, 14 Februari 2023.

Baca Juga: Jokowi: Kita Tak Bisa Bersantai dengan Politik Identitas, Politisasi Agama dan SARA

Dia mengatakan narasi negatif politik identitas tersebut bagian proyek besar sekularisme. Ia menilai proyek tersebut menghendaki agama dipisah dari semua sendi kehidupan termasuk politik.

"Dengan demikian, perlu dipahami bahwa sesungguhnya justru politik identitas adalah politik Pancasilais," tuturnya.

Ilustrasi - Pelantikan pengurus Partai Ummat

Photo :
  • ANTARA

Pun, dia menekankan sikap Partai Ummat dengan mengutip Alquran surat Al Fussilat ayat 33. Dia mengatakan Partai Ummat akan membangun perjuangan dari masjid seperti yang sudah dilakukan Rasulullah SAW.

"Dalam semangat yang sama, Partai Ummat akan membangun perjuangan dari masjid sebagaimana Rasulullah SAW melakukan setelah hijrah," jelas Edo.

Dia mengatakan masjid bukan hanya tempat ibadah. Namun, masjid juga jadi pusat tempat akupansi ide dan juga etalase gagasan. 

"Menjadi ruang pertemuan pikiran untuk menyusun rencana dan starategi keumatan, dan menjadi titik nol sebuah perjuangan termasuk di dalamnya jihad politik," ujarnya.