Budiman Sudjatmiko dan Andi Arief Terlibat Debat Panas

Budiman Sudjatmiko berorasi di kampanya PDIP
Sumber :
  • Antara/ Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Politikus PDI Perjuangan dan Anggota DPR Budiman Sudjatmiko saling serang di Twitter dengan Mantan Staf Khusus Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief. Diketahui keduanya memang mantan aktivis mahasiswa.

Yang jadi perhatian, dalam komentar keduanya terlihat saling menyerang satu sama lain. Namun ketika di konfirmasi, Andi menegaskan kalau saling kritik antara ia dengan Budiman di Twitter tidak bisa dianggap pertengkaran.

"Biasa berkali-kali dari zaman dahulu keras. Kadang-kadang ngawur tapi tradisinya begitu kita berkawan lagi," ujar Andi saat dikonfirmasi VIVA.co.id, Selasa malam, 27 Juni 2017.

Ia menjelaskan, saling berkomentar pedas di Twitter, dirinya dan Budiman tengah membicarakan perihal mereka pada tahun 1996 sampai 1998.

"Pas 96 sampai 98 tuh kan Budiman di penjara, saya di luar. Kalau orang di dalam kan orang kan enggak bisa ikutin di luar kan. Di luar kan yang bergerak. Jadi tafsiran dia begitu, tafsiran saya apa yan terjadi apa yang saya kemukakan," kata Andi.

Menurutnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan terkait debat tersebut.

"Ya itu beda pendapat biasa, intinya dia waktu itu di dalam, saya di luar, apa aktivitas di luar mungkin dia banyak enggak tahu gitu. Jadi dia menafsirkan, boleh dong ya kan?," ujar Andi lagi.

Berikut kutipan cuitan keduanya di Twitter:

 
 

Selain soal masa lalu tersebut, keduanya juga berdebat soal pemerintahan Jokowi hingga massa 212 dan 411. Andi yang sudah mengikuti SBY sejak 10 tahun tersebut menuding Budiman cenderung islamofobia sementara Budiman menganggap lawan bicaranya terkesan rasis.

Bahkan Andi menuding Budiman pernah meminta uang dari Prabowo Subianto dan mengkritik PDI Perjuangan, partai Budiman bernaung saat ini.

Sementara Budiman saat akan dikonfirmasi belum bisa dihubungi VIVA.co.id melalui telepon.