Gagal Beli Ronaldo, Penyesalan Terbesar Wenger di Arsenal

Manajer Arsenal, Arsene Wenger
Sumber :
  • Reuters/Peter Cziborra

VIVA – Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengakui kegagalannya mendatangkan Cristiano Ronaldo menjadi penyesalan terbesarnya dalam hal transfer pemain di Arsenal.

Wenger mengungkapkan, di tahun 2003, Arsenal nyaris mendapatkan Ronaldo dari Sporting Lisbon. Tapi Arsenal disalip Manchester United yang berani bayar mahal.

"Nama yang muncul dalam pikiran saya adalah Ronaldo," kata Wenger kepada Arsenal.com saat ditanyakan penyesalan terbesarnya di Arsenal soal transfer pemain.

"Dia sudah ada di sini (Arsenal) bersama ibunya dan kami sangat dekat (dalam melakukan kontrak kerja sama). Kemudian MU datang," lanjut Wenger.

Kala itu, tawaran Arsenal senilai £4,5 juta, nyaris diterima agen Ronaldo, Jorge Mendes. Tapi Mendes akhirnya memilih MU yang datang dengan tawaran £12 juta.

"Kami tidak mampu pada saat itu (bersaing harga dengan MU)," jelas Wenger yang mengatakan Arsenal akhirnya mundur dalam mendapatkan Ronaldo.

"Seni negosiasi adalah mengetahui kapan Anda menyerah dan maju terus," kata Wenger. Dan keputusannya menyerah saat itu menjadi penyesalan terbesarnya saat ini.

Seperti diketahui, Ronaldo menjadi kunci sukses MU (2003-2009). Apalagi MU pun mendapat untung besar saat menjual Ronaldo ke Real Madrid pada 2009.

"Anda bisa membayangkan pada waktu itu andai Arsenal memiliki Thierry Henry dan Ronaldo bersama-sama," kata Wenger membayangkan mendapatkan Ronaldo.

"Itu (perekrutan Ronaldo) pasti akan mengubah sedikit sejarah karier saya di Arsenal," kata Wenger yang memutuskan mundur di akhir musim ini.