Satu Bulan Eksis, Hooq Klaim Punya 100 Ribu Pengguna

Hooq hadir di Indonesia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id – Layanan video on demand asal Singapura, Hooq, telah lebih satu bulan hadir di Indonesia. Mengenai progres bisnisnya di Indonesia, Hooq diklaim mengalami peningkatan dari segi pengguna dan konten.

"Yang sudah coba (Hooq) hampir seratus ribu pengguna," ujar Country Head Hooq Indonesia, Guntur S Siboro, kepada VIVA.co.id di sela diskusi Indonesia LTE Conference 2016 bertajuk “4G LTE: Unfinished Business” di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2016.

Mengenai konten, kata Guntur, sudah ada peningkatan dari 36 ribu jam tayang menjadi 40 ribu jam tayang. Kelebihan Hooq dengan penyedia layanan serupa adalah konten film lokal yang disediakan.

"Keunggulannya (dari video on demand lain) konten lokalnya ya, ada 50 persenan," kata Guntur.

Seperti diketahui, untuk terus melebarkan sayapnya agar dipakai oleh masyarakat Indonesia, Hooq mulai kerja sama dengan operator lokal, seperti bundling paket dengan operator. Baru-baru ini Hooq bekerja sama dengan Telkomsel.

"Selanjutnya, kami harap semua operator ya," ujar dia.

Guntur menambahkan, untuk menarik minat konsumen, langkah yang tepat diambil adalah memang bundling dengan operator. Sebab, untuk memutar satu film, dikatakan bisa memakan kuota minimal 3.00 megabyte (MB).

Diketahui, untuk paket satu bulan berlangganan dengan Hooq, pelanggan dikenakan biaya Rp49.500. Tarif yang sama berlaku bagi pelanggan Telkomsel, tanpa memakan kuota.