Bos Apple Lebih Suka AR daripada VR

CEO Apple Tim Cook.
Sumber :
  • REUTERS/Robert Galbraith

VIVA.co.id – Virtual Reality (VR) diprediksi akan menjadi bagian dari masa depan. Banyak perusahaan teknologi yang sudah mengalihkan perhatiannya ke VR, sebut saja seperti Facebook atau Sony, yang baru saja meluncurkan PlayStation VR. Lantas, apa yang membuat perusahaan besar sekelas Apple tidak turut terjun di dalamnya?

Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook mempunyai alasan tersendiri kenapa perusahaannya belum ada tanda-tanda untuk menghadirkan perangkat ataupun konten pendukung VR. Menurut Cook, ada hal yang masih belum tergantikan sehingga perlu mengembangkan VR dalam waktu dekat ini.

"Tidak ada pengganti untuk kontak mata. (Tapi) Anda ingin teknologi kami mendorong itu (VR)," ucap Cook dalam sebuah wawancara dikutip dari Tech Times, Senin, 17 Oktober 2016.

Bos Apple itu menjelaskan bahwa secara teknologi, ia tak menampik bahwa VR telah memikatnya. Bahkan Cook tahu kalau VR akan memberikan keuntungan secara finansial yang cukup menggiurkan di masa mendatang.

Tetapi, dalam pandangan Cook dan Apple, Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang membuat perusahaan mendiang Steve Jobs itu jatuh hati untuk mengembangkannya, ketimbang harus turut serta terjun ke persaingan VR.

Namun, Cook belum memberitahu secara gamblang apakah AR akan disematkan dalam produk-produk Apple nantinya. Sebuah rumor beredar, teknologi AR akan turut dibawa dalam perayaan satu dekade iPhone masuk ke pasar. Seperti diketahui, iPhone pertama kali dikenalkan pada 2007 silam oleh Steve Jobs.

Dengan momen 10 tahun itu, ada kemungkinan iPhone edisi spesial akan hadir dengan teknologi AR di dalamnya tahun depan. Terbukti Apple telah mengakuisisi beberapa perusahaan berpengalaman dalam pengembangan konten AR, misalnya Faceshift, Metaio, dan PrimeSense.

"Kami mungkin (ke arah AR) yang punya percakapan lebih produktif, jika keduanya punya pengalaman AR," ucapnya.