Ilmuwan Bikin Aplikasi Tidur Nyenyak

Ilustrasi lelah
Sumber :
  • Pixabay/ Unsplash

VIVA.co.id – Gangguan susah tidur, menjadi hal yang umum diderita setiap orang. Tidur yang tidak berkualitas dan kurang malah menyebabkan penyakit bagi tubuh kita. Untuk itu, para ilmuwan dari Brown University, Amerika Serikat pun mengembangkan sebuah aplikasi yang membuat tidur pengguna menjadi nyenyak dan berkualitas. Aplikasi mobile tersebut yaitu SleepCoacher.

Aplikasi ini dipakai untuk menganalisis kualitas tidur pengguna sampai merekomendasikan informasi personal berbasis literatur. Dalam menganalisis, SleepCoacher akan menggunakan algoritmanya.
 
Untuk memakainya, caranya, pada saat pagi hari, pengguna membuka aplikasi tersebut, kemudian melaporkan secara detail proses tidur yang dialami. Di antaranya, pengguna mengirimkan data seperti waktu mulai tidur, waktu bangun tidur, jika sering terbangun ceritakan jam berapa dan kenapa terbangun.
 
Setelah itu, aplikasi akan mengirimkan pesan pendek kepada pengguna, memberikan rekomendasi terbaik dan eksperimen yang mesti dilakukan agar selanjutnya tidur pengguna nyenyak dan berkualitas hari demi hari.
 
Nediyana Daskalova, mahasiswa doktoral jurusan ilmu komputer Brown University yang juga memimpin riset menyatakan, mereka merancang aplikasi dengan program komputer untuk menganalisis laporan dari pengguna berdasarkan literatur ilmiah.
 
“Kita memberikan rekomendasi bersama dengan rencana langkah demi langkah untuk meningkatkan (kualitas) tidur mereka (pengguna)” kata Daskalova seperti dilansir Stgist, Rabu 2 November 2016.
 
Untuk studi percontohan, tim menggunakan versi modifikasi aplikasi di sistem Android. Daskalova menambahkan, selain data-data yang dimasukkan pengguna seperti yang dijelaskan sebelumnya, pengguna juga diminta untuk memasukkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi tidur mereka, contohnya apakah sering mengkonsumsi kafein atau alkohol, dan lainnya.
 
Setelah dilakukan riset dengan uji coba aplikasi, ilmuwan menemukan bahwa dari 80 persen orang yang mengikuti rekomendasi aplikasi, setidaknya 60 persen dari mereka melaporkan adanya peningkatan dalam tidur mereka.