Arsip Kementerian Pertahanan Inggris Ungkap Konspirasi UFO

Objek terang misterius yang diduga UFO.
Sumber :
  • http://www.avanoustic.com

VIVA.co.id – Lima belas arsip rahasia milik Kementerian Pertahanan Inggris bocor ke publik, karena mengungkap kejadian misterius. Kejadian yang dimaksud adalah penampakan UFO Roswell di Amerika Serikat, yang hingga kini kasus tersebut belum terpecahkan.

Insiden itu terjadi pada Desember 1980, di mana ketiga personel militer mengklaim telah melihat sinar terang dan benda berbentuk segitiga di dekat Markas Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris (RAF), di Hutan Rendlesham, Suffolk.

Meski investigasi sudah dibuka, tetapi misteri masih belum terpecahkan. Kendati demikan, pemburu alien harus menunggu sedikit lebih lama untuk menguak fakta yang sebenarnya, berkat proses yang telah dilakukan untuk membaca arsip yang baru dirilis ini.

Mengutip situs The Sun, Minggu, 25 Juni 2017, arsip-arsip ini belum didigitalisasi, sehingga pihak terkait masih harus memeriksa catatan kertas yang bertumpuk di ruang baca Arsip Nasional di Kew, London Barat.

Selanjutnya, masih ada tiga berkas tambahan yang masih belum dirilis. Menurut mantan pegawai negeri sipil Kementerian Pertahanan Inggris, Nick Pope, penemuan arsip-arsip ini masih memerlukan banyak 'senjata' dan 'fakta'.

"Kurangnya 'senjata' dan 'fakta' bahwa berkas-berkas ini tampaknya telah dirilis, tanpa pengumuman di media resmi, pasti akan menimbulkan berbagai teori konspirasi. Saya tahu banyak orang menyakini tentang istilah 'barang bagus' hanya untuk disimpan," ungkap pria yang menjalankan Proyek UFO Kementerian Pertahanan Inggris pada 1991-1994.

Pope juga menegaskan, beberapa arsip yang belum didigitalisasi tersebut tidak bisa diunduh dan hanya bisa dilihat secara langsung di Arsip Nasional. Hal ini, menurutnya, akan menghasilkan teori konspirasi yang baru.

"Setelah ini hanya ada tiga file UFO yang masih harus dirilis dan ketiganya harus diumumkan akhir tahun 2017. Ini adalah saat yang tepat bagi pemerintah untuk lebih terbuka dan mengumumkan kebebasan informasi," tutur Pope.