Nothing Ear Ramaikan Pasar TWS Tanah Air

TWS Nothing Ear.
Sumber :
  • Erajaya

VIVA – Erajaya Active Lifestyle dan Nothing, perusahaan teknologi konsumen yang berbasis di Inggris, menghadirkan perangkat audio true wireless stereo atau TWS Nothing Ear di jaringan ritel Erajaya Group.

Perangkat ini menawarkan desain transparan nan ikonik, waktu standby hingga 34 jam, fitur deteksi in-ear, dan fast pairing.

Dengan unit driver 11,6 mm untuk suara bass yang lebih terasa, ditambah dengan fitur Active Noise Cancellation, Nothing Ear mampu menghasilkan kualitas suara yang jernih bagi pengguna.

"Saat ini produk berbasis TWS sedang digemari oleh masyarakat, khususnya TWS yang menjanjikan kualitas tinggi pada price point yang terjangkau. Desain yang unik dan stylish ini diharapkan mampu menarik minat pelanggan dalam memilih produk TWS idaman," ungkap CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto, Kamis, 21 April 2022.

Menurutnya, TWS Nothing Ear hadir untuk memenuhi ceruk pasar yang mendambakan penggabungan kualitas dan desain menawan, serta harga terjangkau.

Nothing Ear hadir dengan dua pilihan warna, hitam dan putih, seharga Rp1,5 juta. Perangkat ini akan segera tersedia di jaringan outlet Urban Republic, iBox, Erafone, dan e-commerce eraspace.com.

Erajaya Active Lifestyle merupakan satu dari empat bisnis baru di luar bisnis utama sebagai bagian dari ekspansi usaha. Tiga lainnya yaitu Erajaya Digital, Erajaya Food & Nourishment, serta Erajaya Beauty & Wellness.

Sebelumnya, Erajaya Swasembada berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada 2021. Perolehan laba bersih ini meningkat 65,4 persen dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy).

Prestasi tersebut diiringi dengan tren pertumbuhan berkelanjutan dengan peningkatan penjualan bersih Rp43,5 triliun atau naik 27,4 persen yoy.

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sangat diapresiasi. Kondisi pandemi tidak menyurutkan kami untuk terus meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik dari tahun ke tahun," kata Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada Hasan Aula.

Ia melanjutkan bahwa kenaikan angka penjualan bersih sebesar Rp43,5 triliun menunjukkan bahwa permintaan pasar atas produk handset terus diminati.

Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan volume penjualan handset dari 10,2 juta unit yang terjual di 2020 meningkat menjadi 11,4 juta unit handset pada 2021.