PermataYouthPreneur Siapkan Siswa SMK Jadi Pebisnis Startup

Pembukaan PermataYouthPreneur
Sumber :
  • Dok. VIVA/ Alika

VIVA – PermataBank resmi membuka PermataYouthPreneur (PYP) angkatan kedua pada hari ini, Selasa, 19 Maret 2109 di Jakarta. Program yang merupakan wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam payung PermataHati ini memberikan pelatihan seputar startup bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Sebagaimana diketahui, tren dunia sedang mengarah pada era industri 4.0. Terkait hal itu, menurut penelitian McKinsey & Company, terdapat tiga tantangan fundamental yang dihadapi Indonesia, yaitu kebutuhan tenaga dan bakat di area digital; kebutuhan startup yang mendukung keperluan domestik hingga ekspor; dan kebutuhan sarana pengukuran data digital.

Kehadiran PermataYouthPreneur merupakan langkah PermataBank untuk menjawab tantangan ketersediaan digital talent di Indonesia. Sebanyak 130 peserta dari siswa SMK di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera telah lolos seleksi dan siap menjalani program tersebut selama dua bulan ke depan.
 
Mereka akan memperoleh pembekalan materi dengan kurikulum komprehensif di bidang kewirausahaan yang meliputi bisnis model, startup digital, coding dan literasi keuangan.

"Melalui program ini para peserta dapat mengembangkan kemampuannya menjadi startup digital dan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia, untuk tumbuh menjadi wirausahawan digital yang sukses," kata Director Legal & Compliances Permata Bank, Dhien Tjahajani saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Program PYP didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Otoritas Jasa Keuangan. Turut hadir Kepala Subdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri PSMK, Kemdikbud, Saryadi Guyatno, yang mengatakan bahwa Presiden RI, Joko Widodo, telah memberi arahan tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, sebagaimana termaktub dalam Inpres No. 9, yaitu mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

"Presiden telah menginstruksikan pada semua pihak untuk menjalankan tugas sesuai peran dan fungsinya untuk mendukung revitalisasi SMK menghasilkan sumber daya manusia yang mendukung daya saing bangsa," kata Saryadi.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik PermataYouthPreneur yang secara nyata memberikan penguatan kompetensi baik teknis maupun soft skills untuk anak-anak (SMK) sebagai wirausaha digital," tambahnya.

Dalam proses pembelajaran PYP, para peserta tak hanya dibekali keterampilan teknis seputar startup, tapi juga pelatihan soft skills, seperti character building dan personal branding.

"Kami berharap melalui program PYP akan muncul digital talent sekaligus para digitalpreneur yang berasal dari SMK," ujar Saryadi.

Mekanisme belajar PYP terdiri dari pelatihan secara online dan pertemuan tatap muka, yang berkolaborasi dengan platform belajar teknologi informasi, Arkademy. Usai mengikuti PYP, peserta terpilih akan mendapat kesempatan pengembangan diri mulai dari sekolah coding, magang, hingga inkubasi startup. (ann)