Startup Ini Bisa Pantau Anak Sekolah yang Bolos

CEO SIKAD, Zainal Abidin saat dalam forum GnB Accelerator
Sumber :
  • Twitter/@infosikad

VIVA.co.id – Memasuki era digital, ribuan perusahaan rintisan atau startup mulai menjamur di Indonesia. Mulai dari sektor penyedia solusi keamanan, perdagangan, kesehatan, transportasi, hingga pendidikan.

Sistem Akademik atau SIKAD merupakan startup yang bergerak di bidang pendidikan. Sejak didirikan pada 2012, fokus utama SIKAD yakni bertumpu pada kemajuan sekolah, tenaga pengajar, dan kualitas murid.

"Yang daftarin (ke SIKAD) sekolah. Begitu sekolah mendaftar, maka adminnya upload data siswa dan guru, semuanya. Jadi, warga sekolah bisa tahu guru akan mengajar materi apa. Orangtua murid pun bisa tahu kalau anaknya bolos sekolah," ucap Chief Executive Officer SIKAD, Zainal Abidin, saat dijumpai di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa 5 September 2017.

Pria yang akrab disapa Zee ini membeberkan alasannya membangun startup yang berfokus di pendidikan ini. Dulunya, ia adalah mantan pengajar di sebuah sekolah swasta di Bogor. Selama satu tahun mengajar, Zee banyak melakukan observasi terhadap tindak tanduk guru dan murid selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Saya dulu guru. Sebelum mulai mengajar, saya harus mempersiapkan banyak dokumen, mulai dari layar proyektor, silabus, dan sebagainya. Bahkan ketika mengajar pun, mengisi jurnal, akan mengajar apa hari ini, ini kan repot, bawa banyak dokumen. Nah, dari situlah kepikiran untuk menciptakan sistem yang terintegrasi di awal, secara online," kenangnya.

Zee menyebutkan, saat ini sekolah yang sepenuhnya telah menerapkan aplikasi SIKAD hanya ada di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. Sedangkan kota kedua yang dijadwalkan akan menggunakan aplikasi ini adalah Bekasi. Ke depannya, SIKAD akan diintegrasikan dengan Dinas Pendidikan, sehingga makin memudahkan hubungan antara institusi pendidikan dan badan pemerintah yang menaunginya.

"Saat ini, kita fokus ke Dinas Pendidikan, sekolah, kota. Kita harus ada MoU (memorandum of understanding). Nah, sekarang kita sudah pegang dua kota, Kabupaten Bekasi dan  Kota Gorontalo. Kalau di Kota Gorontalo, semua SD dan SMP harus pakai aplikasi kami, karena pemerintahannya sudah menerapkan Smart City," ucap Zee.

Dengan demikian, kata Zee, apapun keadaan dan kondisi sekolah, bisa langsung diawasi oleh Dinas Pendidikan. Dinas bisa mengawasi  absensi guru, performa guru, sampai ke kondisi sekolahnya, rusak atau tidak.

“Di Kota Gorontalo, ada sekitar 153 sekolah, mencakup SD dan SMP. Kalau di Bekasi, kita baru MoU kemarin, tahun 2017, setelah penerimaan siswa baru. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi masih minta laporan," katanya.

SIKAD adalah sistem administrasi berbasis komputasi awan yang berfungsi sebagai pangkalan data digital sekolah, khususnya SMP dan SMA. Beberapa fungsi utama perangkat lunak ini yaitu sistem pengarsipan dan pencetakan rapor, perekaman sistem belajar mengajar yang dapat diakses oleh kepala sekolah hingga orang tua murid, sistem pengarsipan administrasi tata usaha, hingga sistem pembayaran uang sekolah yang dapat ter-update otomatis.

Zee berharap, hadirnya SIKAD dapat membantu mengurangi beban sekolah dalam mendata guru dan murid, baik itu dari sistem pengajaran guru maupun kinerja mereka. "Kita mendukung pembangunan Smart City dan kita pengin ada salah satu item pendidikan di situ. Jadi tidak hanya melaporkan fasilitas, tapi juga kondisi pendidikannya bagaimana, mulai dari literasi, nilai, dan sebagainya. Ini yang diminta Dinas Pendidikan selama ini," katanya.