Manfaat Olahraga Lari yang Bikin Melanie Putria Kepincut

Melanie Putria
Sumber :
  • Twitter

VIVA – Olahraga mengajarkan banyak hal baik dalam kehidupan. Menjadi lebih sabar, disiplin, dan banyak lagi. Bagi mereka yang serius dalam berolahraga, tentu saja kebaikan tersebut menjadi nilai tambah, selain mendapat tubuh yang sehat dan bugar tentunya. 

Tak jauh beda dengan Melanie Putria, ibu satu anak tersebut awalnya jatuh hati pada lari, karena merasa lari yang membuatnya bisa kembali menemukan rasa percaya diri yang sempat hilang usai melahirkan. Lari juga membantunya mengatasi baby blues yang ia alami. 

"Jadi momen lari di Singapore Marathon itu adalah kaya turning point aku dalam memandang hidup. Ternyata lari yang menyelamatkan hidup aku. Painful iya, capek apalagi. Belum lagi mentally, itu kan lari all about mental yaa. Tentang lo ngelawan diri lo, bukan siapa-siapa, dan ini 42 kilo meter enggak main-main. Begitu nginjek finish line, rasanya kayak 'oke I am back and now I am ready to do my job' saat itu juga," kata Melanie di Veranda Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 11 April 2018.

Jatuh cinta pada lari tak berarti Melanie lancar-lancar saja menekuni apa yang dia suka. Ada kalanya dia ingin menyerah, terlebih saat pertama ikut lomba. Meski demikian, Puteri Indonesia 2002 ini tak menyurutkan langkahnya. Karena banyak hal yang bisa diperolehnya dari lari. 

Tak seperti fitness yang hasil akhirnya terlihat pada perubahan bentuk tubuh, tapi dari lari itulah Melanie akhirnya bisa memetik pelajaran hidup yang diterapkannya. 

"Kalau lari itu value hidupnya lebih banyak lagi.  Pertama, untuk ngebentuk otot yang sudah lama enggak dipakai. Kedua, value hidupnya gede banget yang aku pelajari. Karena di lari aku belajar banyak hal, positif value-nya aku jadi mau menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, 'Lo start lo harus finish'," kata Melanie. 

"Ketiga, disiplin.  Berikutnya jadi orang yang lebih menghargai orang lain dan sabar. Dan jadi percaya diri, karena kita bisa mengatasi sesuatu yang kata orang impossible gitu. Sesuatu yang dahulu aku pikir enggak mungkin aku lakukan sekarang malah jadi addicted."