Benarkah Kolang Kaling Bisa Bikin Tubuh Fit Selama Puasa?

Warga mencuci kolang-kaling
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA – Berbuka puasa menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu setelah seharian berpuasa. Beberapa makanan pun dipilih sebagai santapan untuk berbuka.

Salah satu jenis makanan yang banyak penggemarnya di bulan ramadan adalah kolang kaling. Kolang kaling sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat kolak, es campur hingga menjadi manisan kolang-kaling untuk berbuka.

Dengan tekstur yang kenyal dan mengkilap, bahan makanan ini banyak dipilih untuk menu berbuka lantaran dapat membuat yang memakannya menjadi segar. Mengapa demikian?

Menurut dokter spesialis gizi, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK bahwa 93 persen berat kolang kaling merupakan air. Kandungan air itulah yang membuat tubuh terasa segar ketika mengonsumsinya setelah 13 jam berpuasa.

“Waktu puasa tubuh dehidrasi, kolang kaling bisa jadi manisan kolak pasti segar karena mengandung gula. Gula darah kita turun dan ketika kita kasih asupan gula jadi segar,” kata dia dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Senin, 6 Mei 2019.

Selain itu, mengonsumsi kolang kaling saat berbuka puasa juga dapat membuat perut lebih cepat kenyang. Hal ini lantaran, kata Juwalita, dalam kolang kaling terdapat serat larut yang membuat lambung cepat kenyang. Dia menyebut bahwa kolang kaling juga baik bagi sistem saluran pencernaan.

“Karena kolang kaling merupakan biji gula aren tinggi serat, serat baik untuk saluran cerna,” ucapnya.

Di sisi lain, dia menepis kabar bahwa mengonsumsi kolang kaling dapat membuat fit tubuh selama Ramadan. Menurut dia, makanan untuk sahur itu harus makan yang komposisinya lengkap karbohidrat, protein, sedikit lemak dan sayur untuk bekal berpuasa.

"Karbohidrat sumber energi utama ditambah sayur dan protein gula melepasnya pelan-pelan. Kalau makan kolang kaling enggak mungkin, jadi tambahan serat mungkin,” kata dia. (ldp)