Agar Tak Mudah Lupa, Yuk Konsumsi 4 Makanan Ini

Telur rebus
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Banyak orang, meski masih di usia muda dan produktif, mengeluh cepat lupa dalam berbagai hal. Rupanya, kinerja otak sendiri dipengaruhi oleh asupan makanan yang dapat meningkatkan daya ingat.

Fungsi kerja otak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk makanan yang tepat. Terbukti, makanan tertentu mengandung zat yang menjadikan otak lebih segar dalam mengingat, bahkan mencegah 'lemot'.

Lantas, apa saja ya makanan yang baik untuk daya ingat otak? Berikut 4 makanan penting untuk otak dipaparkan oleh dokter spesialis gizi, dr. Feni Nugraha, SpGK, dalam acara Hidup Sehat, TvOne.

Cokelat hitam

Photo :
  • U-Report

Siapa tak suka cokelat? Rasanya yang manis dan lezat, sepertinya membuat kudapan ini jadi favorit banyak orang. Selain itu, cokelat ternnyata ampuh untuk menjaga daya ingat otak, lho.

"Tapi harus cokelat hitam karena mengandung flavanoid yang tinggi. Kandungannya dapat melewati sawar darah otak untuk memperbaiki fungsi kognitif dan aliran darah otak serta melebarkan pembuluh darah," tutur Feni.

Zat aktif itu, kata Feni, juga bersifat sebagai antioksidan sehingga baik untuk melindungi otak dari radikal bebas. Dengan begitu, cokelat hitam mampu menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer.

"Tapi, harus konsumsi cokelat hitam yang kadarnya 70 persen. Makin pahit, makin baik," jelasnya.

Brokoli

Sayuran hijau satu ini dikenal sebagai makanan super yang baik baik bagi kesehatan. Dengan komponen bioaktif berupa vitamin C yang berfungsi sebagai anti oksidan, membuat bahaya radikal bebas pada otak bisa dicegah.

"Ada juga kandungan sulforafan yang sangat baik dengan sifat antioksidan dan neuroprotektif. Kandungan ini bisa turunkan risiko penyakit alzheimer," tuturnya.

Untuk takarannya sendiri, Feni menganjurkan brokoli untuk dipadukan dengan jenis sayuran lain. Menurut WHO, sayuran direkomendasikan 3-4 porsi per hari sebanyak 100 gram per porsinya.

Ikan laut

Photo :
  • Pixabay

Ikan memiliki kandungan omega-3 yang baik. Pada ikan laut, kandungan tersebut lebih tinggi dibanding jenis ikan lainnya. Manfaat dari ikan sendiri sudah baik, sehingga dianjurkan pengolahannya secara tepat.

"Kalau digoreng, takutnya menambah lemak jenuh. Bisa di-steam atau pepes. Boleh juga bentuk seperti salmon sashimi, asal bebas dari bakteri," kata dia.

Telur

Nah, bahan makanan satu ini tentunya sudah dikenal sebagai makanan super baik yang sangat muda diolah. Feni menyampaikan, dalam sebutir telur ayam, mengandung beragam vitamin dan mineral.

Salah satunya, zat aktif bernama kolin yang baik untuk kesehatan otak karena mampu menjadi pelapis membran sel saraf dan nutrisi perkembangan otak.

"Kolin ini juga mampu memproses sinyak-sinyal saraf jadi otak nggak akan lemot ya. Kolin di telur sebanyak 470 mg, yang artinya sudah memenuhi kebutuhan harian," kata Feni.

Selain itu, telur juga mengandung zat bernama lutrin yang mampu melindungi otak dari radikal bebas sehingga melindungi dari penyakit alzheimer. Asupan telur sendiri sudah terbukti baik untuk memperbaiki fungsi kognitif.

"Minimal 1 butir per hari. Untuk yang mengidap kolesterol, cukup 1 butir. Baiknya diolah dengan direbus atau setengah matang. Kalau mentah, takutnya masih ada bakteri yang berbahaya," ujarnya,