Viral Suami-Ibu Kandung NR Berzina, Kenali Ciri Penyakit Oedipus Kompleks

Ilustrasi pria selingkuh
Sumber :
  • inmagine

VIVA Lifestyle – Perselingkuhan hingga zina yang dilakukan oleh suami dan ibu kandung dari sosok perempuan bernama NR, mengundang banyak sorotan. Kisah pilu itu menggegerkan dunia maya lantaran hubungan antara mertua dan menantu seharusnya tak boleh terjadi, terlebih status keduanya masih sama-sama dalam pernikahan dengan pasangan masing-masing.

NR kini harus menyelami kisah cinta yang memilukan hingga menyayat hati. Bukan tanpa alasan, itu terjadi akibat ulah suami dan ibu kandungnya sendiri yang diam-diam memiliki hubungan terlarang di belakangnya. Scroll selanjutnya.

Ya, kalian tak salah baca. Kisah cinta yang sangat memilukan ini ternyata tidak hanya terjadi dalam sinetron atau film saja, melainkan di dunia nyata pun terbukti ada yang mengalaminya. Hal itu terbukti dari beredar tangkapan layat di dunia maya akan surat bertuliskan "Berdasarkan Surat Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg, penggugat yakni NR mengaku sempat curiga jika antara suami dan sang ibu kandung memiliki hubungan khusus di belakangnya".

Norma Risma.

Photo :
  • TikTok @user284365778.

Usut punya usut, NR mengetahui hal mengenaskan ini setelah melihat percakapan chat antara R dan ibunya. Namun, pada saat itu NR masih berusaha berpikir positif lantara ini tidak mungkin terjadi antara suami dan ibu kandungnya sendiri. Terlebih keduanya sama-sama memutuskan untuk menikah.

Rupanya desas-desus hubungan gelap suami dan ibu kandung NR sudah tercium hingga ke telinga warga. Sebab, warga sekitar dimana ia tinggal sudah mencurigai jika adanya hubungan terlarang yang terjadi antara suami dan ibu mertuanya tersebut. 

Hasilnya, pada 16 November 2022 saat Norma tengah berada di luar rumah, warga pun dengan sigap melakukan aksi penggerebekkan. Dan benar saja, hasilnya sesuai dengan kecurigaan yang selama ini menyelimuti para warga sekitar. Saat pintu rumah didobrak, keduanya tertangkap basah dalam keadaan telanjang bulat. 

Tampang menantu dan mertua yang kegep selingkuh

Photo :
  • Istimewa

Miris, suami dari NR ini pun langsung dibuat syok dan berlari ke arah kamar mandi. Sedangkan, ibu kandung dari NR hanya bisa tertegun dan diam seribu bahasa saat melihat kerumunan warga menyambangi aksinya tengah memadu kasih dengan suami dari putri kandungnya sendiri.

Kisah menyayat hati di penghujung tahun 2022 ini, dikaitkan dengan penyakit psikis dengan nama Oedipus Kompleks. Apa itu? Bagaimana bisa muncul penyakit ini? Adakah tanda khusus? Berikut ulasannya dikutip berbagai sumber.

Penjelasan dan Awal Mula Oedipus Kompleks

Ilustrasi selingkuh.

Photo :
  • U-Report

Dikutip laman Britannica, Oedipus Kompleks, dalam teori psikoanalitik, adalah keinginan untuk keterlibatan seksual dengan orang tua dari lawan jenis. Sigmund Freud memperkenalkan konsep tersebut dalam bukunya Interpretation of Dreams (1899). 

Istilah ini berasal dari pahlawan Theban Oedipus dari legenda Yunani, yang tanpa sadar membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Analog wanitanya, kompleks Electra, dinamai dari tokoh mitologis lain, yang membantu membunuh ibunya.

Penyebab Di Masa Kecil

Ilustrasi anak kecil

Photo :
  • pixabay

Freud mengaitkan kompleks Oedipus dengan anak-anak berusia sekitar tiga hingga lima tahun. Dia mengatakan tahapan itu biasanya berakhir ketika anak mengidentifikasi diri dengan orang tua yang berjenis kelamin sama dan menekan naluri seksualnya. Jika hubungan sebelumnya dengan orang tua relatif penuh kasih sayang dan tidak traumatis, dan jika sikap orang tua tidak terlalu melarang atau terlalu merangsang, tahap ini dilalui secara harmonis. 

Apabila masa itu memicu trauma, bagaimanapun, terjadi infantile neurosis yang merupakan pendahulu penting dari reaksi serupa selama masa dewasa anak. Superego, faktor moral yang mendominasi pikiran orang dewasa yang sadar, juga berasal dari proses mengatasi kompleks Oedipus. Freud menganggap reaksi terhadap kompleks Oedipus sebagai pencapaian sosial terpenting dari pikiran manusia.

Secara sederhana, seorang anak laki-laki akan merasa dia bersaing dengan ayahnya untuk memiliki ibunya. Sementara seorang anak perempuan merasa bahwa dia bersaing dengan ibunya untuk mendapatkan kasih sayang ayahnya. Menurut Freud, anak-anak memandang orang tua sesama jenis sebagai saingan untuk mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua lawan jenis.

Dalam teori psikoanalitik, kompleks Oedipus mengacu pada keinginan anak untuk terlibat secara seksual dengan lawan jenis orang tua, terutama perhatian anak laki-laki kepada ibunya. Keinginan ini dijauhkan dari kesadaran melalui represi, tetapi Freud percaya itu masih memiliki pengaruh terhadap perilaku anak dan berperan dalam perkembangan.

Titik Penting di Fase Perkembangan Anak

Ilustrasi anak anak

Photo :
  • sheknows.com

Dalam teori Freud, perkembangan anak melalui serangkaian tahapan perkembangan psikoseksual. Pada setiap tahap, pikiran bawah sadar berpusat pada kesenangan yang berhubungan dengan bagian tubuh tertentu.

Tahapan tersebut adalah:

Tahap oral: Dari lahir sampai 18 bulan
Tahap anal: Dari 18 bulan hingga tiga tahun
Tahap phallic: Dari usia tiga hingga lima tahun
Latensi: Dari usia lima hingga 12 tahun
Genital: Dari usia 12 hingga dewasa

Freud menyarankan kompleks Oedipus memainkan peran penting dalam tahap phallic perkembangan psikoseksual. Dia juga percaya bahwa keberhasilan penyelesaian tahap ini melibatkan identifikasi dengan orang tua sesama jenis, yang pada akhirnya akan mengarah pada pengembangan identitas seksual yang matang.

Selama tahap perkembangan ini, Freud menyarankan agar anak mengembangkan ketertarikan seksual pada orang tua lawan jenisnya dan permusuhan terhadap orang tua sesama jenis. Menurut Freud, anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menggantikan ayahnya, yang dipandang anak sebagai saingan kasih sayang ibu.

Tanda-tanda Oedipus Kompleks

ilustrasi orang tua prank ke anak

Photo :
  • freepik

Freud percaya semua anak melalui proses ini sebagai bagian perkembangan yang normal. Beberapa tanda anak mengalami Oedipus complex antara lain:

- Menjadi terlalu terikat pada satu orang tua
- Fiksasi pada satu orang tua
- Permusuhan terhadap orang tua lainnya
- Kecemburuan pada salah satu orang tua
- Kepemilikan salah satu orang tua

Freud menyarankan ada sejumlah perilaku yang dilakukan anak-anak yang sebenarnya merupakan hasil dari kompleks ini. Contoh perilaku yang mungkin ditunjukkan seorang anak meliputi:

- Bertindak marah atau memusuhi orang tua saingan
- Menjadi marah atau cemburu ketika orang tua saingan menunjukkan kasih sayang kepada orang tua yang diinginkan
- Menandakan bahwa mereka ingin menikah dengan orang tua yang diinginkan
- Berusaha mendapatkan perhatian dari orang tua yang diinginkan