Gerakan 21 Hari Efektif Ubah Kebiasaan Cuci Tangan

Peringatan hari cuci tangan sedunia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Menurut sebuah riset, secara psikologis manusia bisa membuat perubahan kebiasaan atau menanamkan kebiasaan baru dalam waktu minimal 21 hari berturut-turut tanpa putus. Termasuk salah satunya adalah kebiasaan mencuci tangan.

Melalui fakta inilah kampanye Berbagi Tangan Sehat dijalankan. Gerakan 21 hari mencuci tangan pakai sabun dijalankan ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke tenaga kesehatan di rumah sakit.

"Untuk di sekolah, kami memberikan agenda kepada anak-anak dan orangtua untuk ditandatangani setiap hari. Kalau ada satu hari saja terputus, maka mereka harus mengulang lagi dari awal," ujar Eva Arisuci Rudjito, Head of Marketing Skin Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk, Jumat, 14 Oktober.

Program yang sama juga diterapkan di berbagai rumah sakit, bekerja sama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) serta ibu-ibu PKK di seluruh Indonesia.

Eva mengatakan gerakan 21 hari menanamkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun ini sangat efektif. Terbukti melalui riset secara kualitatif dan kuantitatif, terdapat peningkatan dalam kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun.

"Secara kuantitatif menunjukkan kalau momen cuci tangan meningkat dalam sehari. Studi kuantitatif ini kami menggunakan loger study yaitu dengan menaruh sabun batangan yang di dalamnya dipasang chip sehingga bisa terdeteksi penggunaan untuk cuci tangan," kata Eva.

Eva melanjutkan bahwa program ini merupakan komitmen untuk mendukung program pemerintah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kini program yang dilakukan melalui tiga pilar yakni edukasi di 8.500 sekolah, pelatihan di posyandu, dan mengedukasi 300 ribu tenaga kesehatan ini menargetkan 100 juta tangan sehat Indonesia pada 2020. (ase)