Mendeskripsi 'Cantik' Lewat Karya Seni di Klinik Kesehatan

Karya senni instalasi Monika Hapsari
Sumber :
  • VIVA.co.id/Adinda Permatasari

VIVA.co.id – Ada stereotipe yang sudah terbentuk di masyarakat bahwa cantik adalah tampilan fisik yang putih, tinggi, rambut hitam panjang, dan bertubuh ramping. Padahal, cantik adalah keunikan yang dimiliki setiap orang.

Pandangan inilah yang coba didobrak oleh Bamed Healthcare melalui konsep 'Embracing Realness'. Konsep ini ingin mengangkat bahwa kecantikan itu adalah kesehatan, yakni sehat beraktivitas, berkarya, serta membawa berkah dan manfaat kepada orang lain.

Konsep yang menonjolkan cantik dari sisi berbeda seorang wanita ini kemudian dituangkan dalam sebuah instalasi artwork karya seniman Monica Hapsari. Instalasi artwork ini diharapkan dapat menyampaikan pesan yang mudah ditangkap oleh masyarakat.

"Karya seni ini bisa jadi sarana komunikasi, baik pesan kesehatan, gaya hidup yang diapresiasi dan menginspirasi," ujar CEO Bamed Healthcare dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc dalam acara konferensi pers 'Embracing Realness' di Menteng Kamis malam, 7 September 2017.

Instalasi artwork ini menampilkan tujuh imej wanita yang mewakili kategori masing-masing. Monica mengatakan, kategori itu meliputi wanita tomboi yang mandiri dan sangat idealis.

Kemudian, ada kategori wanita dengan tanda lahir seperti freckles, wanita berhijab yang semakin populer di mana mereka menggambarkan sosok wanita yang sederhana namun berkeyakinan kuat.

"Ada juga wanita Asia dan lanjut usia yang sudah memiliki kerut-kerut kecil, tapi selama tidak mengganggu kesehatan tidak masalah dan selalu dirawat," imbuh Monica.

Dan terakhir, kategori wanita Indonesia Timur yang berambut keriting, berkulit hitam. Mereka juga menjadi karakter kecantikan yang unik. Serta tak ketinggalan wanita bertubuh besar, yang tetap bisa menerima diri juga selalu merawat kesehatannya.

Seluruh gambaran karakter wanita cantik itu Monica hadirkan ke dalam lima karya yang dipajang di beberapa sudut klinik. Yassin mengatakan, instalasi artwork ini bisa dinikmati oleh masyarakat umum, tidak terbatas pada pasien klinik saja. (ren)