Kenapa Harga Wine di Restoran Lebih Mahal?

Wine.
Sumber :
  • Pixabay/Wolf Blur

VIVA – Mewah dan berkelas, inilah sensasi yang dirasakan lewat minuman fermentasi buah anggur yang paling terkenal di dunia, wine. Terutama dalam sajian fine dining, wine mampu menjadi penyempurna rasa dari berbagai menu yang dihidangkan.

Namun, pernahkah Anda sadari ketika memesan wine di restoran, harga sebotolnya bisa menghabiskan biaya setara dengan harga dua makanan pembuka. Meski pun harga jenis wine yang sama dapat bervariasi dari satu restoran ke restoran lainnya.

Dilansir dari Food Beast, Rabu, 20 Maret 2019, sebagian besar restoran, bar atau lounge akan menghargai sebotol wine hingga sekitar tiga kali lipat dari harga grosir atau sekitar dua kali lipat harga yang Anda bayarkan jika membelinya di toko.

Banyak tamu juga tidak mau membayar untuk satu botol penuh, sehingga restoran menjualnya per gelas. Mereka tahu betul bahwa seseorang yang hanya ingin satu gelas tidak akan membayar ekstra untuk satu botol penuh.

Gagasan ingin mendapat untung dari wine bukanlah hal baru, tetapi yang mungkin tidak Anda sadari adalah betapa pentingnya minuman bagi restoran. Dalam kebanyakan kasus, restoran mendapatkan sebagian besar keuntungan mereka dari minuman daripada makanan. Namun, berbagai restoran terkadang memiliki harga yang sangat berbeda untuk sebotol wine yang sama.

Harga wine di restoran dengan pelayan dan sommeliers juga biasanya jauh lebih mahal. Sementara, restoran kasual dengan sedikit staf biasanya harga wine-nya memiliki biaya yang lebih rendah.

Yang perlu diingat, memesan wine di restoran, berarti Anda juga membayar untuk penyimpanan, servis pelayan untuk membuka dan menuangkannya, serta mencuci gelas Anda. (zho)