Menpar Arief Yahya Sebut Pentingnya Sertifikasi Wisata Halal

Menpar Arief Yahya Bicarakan Pentingnya Sertifikasi Wisata Halal
Sumber :
  • VIVA.co.id/Suparman

VIVA.co.id – Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia rupanya tidak menjamin untuk bisa jadi magnet wisatawan muslim mancanegara. Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Arief Yahya mengungkapkan, sertifikasi untuk optimalisasi pariwisata halal tetaplah sangat penting. Dengan predikat mayoritas muslim itu, tidak berarti Indonesia bebas sertifikasi halal.

Hal tersebut ditegaskan Arief Yahya seusai Seminar Internasional Pariwisata Halal 'Anatomi Pariwisata Halal Global' di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Kita merasa bahwa kita halal dan merasa tidak perlu disertifikasi. Ketika kita negara muslim terbesar lalu turis muslim datang ke Indonesia, semua itu salah," tegas Arief, Kamis, 1 September 2016.

Menurutnya, sertifikasi halal untuk pariwisata sangat berdampak strategis. Dia mencontohkan, di negara berkembang yang bukan mayoritas muslim bisa mendapat kunjungan wisatawan muslim dengan jumlah luar biasa karena sertifikasi halal tersebut.

"Yang pertama kita perlu sertifikasi, kedua perlu memberikan pelayanan standar internasional. Saya bisa buktikan. Thailand itu, bukan negara mayoritas muslim, tapi jumlah Wisatawan mancanegara (wisman) muslimnya lebih banyak," ungkapnya.

Selain Thailand, lanjut Arief, Singapura sebagai negara kecil dikunjungi wisatawan mancanegara muslimnya 3,5 juta lebih besar daripada yang datang ke Indonesia.

Arief mengatakan, untuk memajukan industri pariwisata, selain sertifikasi, alokasi sumber daya harus mengikuti. Dengan mempunyai nominal yang tinggi, kemajuan pariwisata mempunyai dampak lebih besar dan bisa dirasakan rakyat menjadi 170 persen.

Oleh karenanya, sertifikasi halal ini sangat disarankan kepada seluruh pelaku usaha agar bisa segera ditempuh. "Terutama pelaku bisnis wisata halal, harus gunakan global standard, apa yang telah diakui. Kalau mereka mensertifikasi, kita mensertifikasi," tegas Arief.