Meniti Jalan Pedang

Seorang bayi yang baru lahir pada 29 Januari 2018, tidur di dalam inkubator di rumahnya di Kampung Dayeuh Desa Sukanegara, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, 31 Januari 2018.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Menghilangkan Kecurigaan

Mahalnya biaya penyewaan inkubator membuat warga tak percaya dengan aksi sosial yang dilakukan Lugi dan Enny. Bahkan tak sedikit dokter dan bidan yang curiga dan menaruk syak wasangka kepada mereka.  

Enny mengisahkan, suatu malam ia melihat plang bidan. Ia dan suaminya langsung menemui bidang tersebut dan menawarkan peminjaman inkubator. Alih-alih senang, bidan tersebut malah mundur dan menjauh. “Saya dikira sales dan mau jualan inkubator,” ujarnya sambil terkekeh.

Tak hanya bidan, warga juga banyak yang curiga. Sekali waktu Enny mendapat informasi ada warga yang melahirkan bayi prematur. Ia pun berusaha mencari lokasi dan menghubungi warga tersebut. Namun nomor telepon warga tersebut tak bisa dihubungi. Usut punya usut ternyata warga tersebut sengaja mematikan telepon genggamnya. Ia menolak meminjam inkubator karena takut membayar. Setelah diyakinkan bidan setempat, baru warga tersebut bersedia dihubungi.

“Akhirnya setelah diyakinkan, kami berhasil menghubungi. Setelah mendapatkan informasi alamatnya lalu saya bersama Ibu Betty (relawan lain) langsung mengantarkan inkubator malam itu juga ke rumahnya. Dan syukur bayinya terselamatkan,” ujar Enny mengenang.

“Jadi memang tidak mudah untuk meyakinkan orang bahwa kita ini ingin meminjamkan inkubator gratis. Mereka ketakutan karena berfikir nanti akan dipungut bayaran.”


Kedatangan Lugi dan Enny di rumah Ateng dan Ana Nurhasanah, 31 Januari 2018. (VIVA/M Ali Wafa) 

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam melalui medan yang cukup menantang, Lugi dan Enny pun sampai Kampung Dayeuh, Desa Sukanegara, Jonggol. Mereka langsung menuju rumah Ateng (43). Istri Ateng, Ana Nurhasanah (43) baru saja melahirkan anak secara prematur dengan berat tidak lebih dari 1600 gram saat usia kandungannya baru memasuki tujuh bulan.

Sesampainya di lokasi, Lugi langsung membawa inkubator yang sudah disiapkan dan membawa ke rumah yang terletak di ujung gang. Keluarga Ateng sudah menunggu di dalam. Bayi mungil dengan lampu halogen menyala di atasnya tampak di antara mereka. Lugi meletakkan inkubator di atas meja yang sudah disiapkan dan langsung menjelaskan cara menggunakannya kepada Ateng.