Sampah Plastik yang Mengerikan
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Pemakaian plastik sebagai benda yang mudah, murah, dan praktis memang menggila. Pemakaian plastik yang tak terkendali hingga menghasilkan sampah mulai diakui kementerian dan pemerintah kota. Di ibu kota saja, dari 7.000 ton sampah yang dihasilkan warga Jakarta per hari, jumlah sampah plastiknya bisa mencapai 1.900 hingga 2.400 ton. Kenyataan itu membuat Provinsi DKI Jakarta menempati posisi kedua daerah yang memproduksi sampah plastik terbesar di perairan Indonesia.
Sementara di Depok, jumlah sampah plastik disebut mencapai 100 ton per hari. Dari jumlah itu, 200 kilogram di antaranya adalah plastik kemasan atau sachet, sedangkan jumlah sampah plastik kresek mencapai dua ton.
Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok Iyay Gumilar mengatakan, tidak semua sampah plastik itu masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Cipayung, sebab ada sampah plastik yang diolah oleh bank sampah. "Hanya residu saja yang masuk ke TPA," ujarnya pada Selasa, 4 Desember 2018.
Tak jauh dari Depok dan Jakarta, Kota Bogor juga sudah ikut resah. Berbarengan dengan pemberlakukan aturan Botak, atau Bogor Tanpa Plastik, Wali Kota Bogor Bima Arya kepada VIVA mengatakan, saat ini di Bogor ada 650 ton sampah per hari. Lima persennya, atau sekitar 3,25 ton sampah kota tersebut adalah plastik dan 1,7 tonnya merupakan sampah plastik dari pusat belanja modern. Bima berharap, dengan melarang pengusaha ritel memberikan plastik ke pembeli, maka penggunaan di kota Bogor plastik kresek bisa terus menurun.
2025, Kurangi 70 Persen
Pemerintah memilih bertindak. Kesadaran ledakan sampah plastik dan bahayanya terhadap lingkungan sudah setahun lalu disikapi dengan mengeluarkan Perpres Nomor 97 tahun 2017 itu Kebijakan Nasional dan Strategi Pengelolaan Sampah.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meluncurkan Rencana Aksi Nasional untuk menanggulangi sampah plastik di laut pada 23 Februari 2017. Rencana tersebut berisi berbagai strategi dan rencana konkrit di darat, di wilayah pesisir, dan di laut. Anggaran yang disiapkan juga besar, Rp13 triliun per tahun. Menko Kemaritiman yakin, dukungan pembiayaan ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam merealisasikan program nasional Indonesia bebas sampah. Targetnya pada akhir 2025, pemerintah akan mengurangi 70 persen sampah plastik.