Sampah Plastik yang Mengerikan
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Imbauan pemerintah diikuti jajaran kementerian lainnya. Komitmen untuk menjaga kelestarian biota laut dari serangan sampah plastik juga disampaikan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Junaidi, dalam agenda The First High-Level Regional Meeting of Marine Environment Protection of South East Asia Seas Project di Bali pada Juni lalu menyampaikan komitmennya.
"Salah satu program Indonesia terkait lingkungan maritim adalah untuk mengurangi sampah plastik. Hingga 2025 Indonesia berkomitmen untuk mampu menurunkan 70 persen sampah di perairan," kata Junaidi di Bali, 25 Juni 2018.
Langkah lebih serius dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada 19 Agustus lalu, Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengadakan acara "Menghadap Laut". Acara ini bagian dari program bersih-bersih laut yang dicanangkan kementerian tersebut. KKP bertekad terus mengurangi sampah di perairan Indonesia. Tak hanya laut, tapi juga sungai dan danau. Selain itu, Susi juga memberlakukan denda sebesar Rp500 ribu bagi pegawai KKP yang ketahuan membawa botol air mineral ke kantor.
Lautan sampah di Muara Kali Sentiong
Kematian paus dengan enam kilogram sampah di dalam perutnya ternyata juga mampu membuat Kementerian Dalam Negeri tergerak. Kemendagri segera mengeluarkan edaran untuk ikut mereduksi penggunaan plastik. Mendagri Tjahjo Kumolo meminta kepada semua jajaran Kemendagri dan BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan), segera setop minum kemasan plastik dan sedotan plastik di lingkungan kantor.
"Setop penggunaannya di lingkungan kantor dan di acara apa pun," kata Tjahjo di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.
Bahkan ia menginstruksikannya dengan memasang pelarangan secara terbuka. "Pasang poster spanduk di semua sudut tempat. Tempat jual makan di lingkungan kantor," katanya menambahkan.
Sayangnya, apa yang disampaikan Tjahjo baru sebatas imbauan. Tak ada sanksi yang diberlakukan jika terjadi pelanggaran.
Kampanye untuk terus mengurangi sampah plastik sudah lama bergema. Tapi bukannya berkurang, plastik di negeri ini malah terus meningkat penggunaannya. Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengakui, trend komposisi sampah plastik meningkat dengan tajam. Jika 1995 komposisi sampah plastik dari semua sampah cuma 9 persen, tahun 2005 naik menjadi 11 persen. Dan, sepuluh tahun berikutnya naik menjadi 16 persen.