Gurita Mafia Bola
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ketua Media Tim Media Satgas Antimafia Sepakbola Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono
Bau Busuk Mafia Bola
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, tidak menampik bahwa dasar dari dibentuknya Satgas Antimafia Bola adalah desakan serta kegaduhan yang timbul di masyarakat karena merasa kondisi persepakbolaan nasional buruk. Terutama dari mandeknya prestasi Timnas Indonesia.
"Latar belakangnya yaitu prestasi sepakbola indonesia yang tidak beranjak membaik. Sangat kontradiktif dengan cabang-cabang olahraga lain, padahal sepakbola adalah sangat favorit di Indonesia. Tapi, prestasi olahraganya dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 seperti itu saja. Sementara di kancah Asian Games kemarin prestasi cabang olahraga yang lain itu boleh dikatakan jauh lebih bagus dibanding sepakbola," kata Dedi kepada VIVA.
"Dan demikian juga memang sudah sangat masifnya pengaturan skor khususnya di Liga 3. Oleh karenanya banyak masyarakat yang menginginkan segera diungkap dan dibongkar untuk mafia pengaturan skor yang sudah sangat masif merusak persepakbolaan di Indonesia. Dasar dari keinginan tersebut masukan dari masyarakat. Maka Polri membuat suatu kebijakan untuk segera membentuk satgas. Satgas Antimafia Bola ini langsung dipimpin Bapak Kapolri dalam rangka mengungkap mafia pengaturan skor ini sampai tuntas dan ke akar-akarnya," ujarnya menambahkan.
Bak bau busuk, isu mafia bola selalu tercium, namun tidak diketahui sumbernya. Selama ini banyak isu berhembus, tapi tidak ada bukti yang bisa diambil untuk menyeret para pelakunya ke balik jeruji besi.
Pada 2015, polisi pernah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga terlibat skandal pengaturan skor. Mantan pemain Arema, Johan Ibo, diperiksa Satreskrim Polrestabes Surabaya, 9 April 2019, karena hendak menyuap pemain Pusamania Borneo FC saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Hanya 24 jam diperiksa, Johan Ibo lalu dilepas. Polisi mengaku tidak memiliki cukup bukti untuk menjeratnya. Kasus tersebut akhirnya menjadi angin lalu, walau kala itu pihak berwajib sempat mengaku masih akan terus melakukan penyelidikan.
Johan Ibo
Kondisi sulit itu diamini oleh pihak BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia). Richard Sambera selaku Ketua Umum mengatakan, meski peduli ingin memerangi mafia bola, namun pihaknya belum punya bukti. Oleh sebab itu, dia meminta kepada publik untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap hal atau bukti terkait dengan pengaturan skor dan lain-lain.