Gurita Mafia Bola

Logo PSSI
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

"Kita acap kali mendengar rumor, isu ya, bahwa hal itu terjadi. Tetapi, untuk mengetahui secara bukti secara langsung, kita belum punya. Oleh karena itu, kita mengundang anggota masyarakat, kalau tidak mereka melapor ke satgas, silahkan lapor ke kita. Dengan BOPI juga bisa. Kita sudah menyiapkan e-mail kita, kita sudah share di media sosial untuk melaporkan dan buktinya dan akan kita tindak lanjuti," kata Richard.

"Kerahasiaan dijamin ya. Jadi tidak perlu takut untuk melaporkan, karena ini untuk kebaikan sepakbola di Indonesia. Ini untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Siapapun yang terlibat. Orang pemerintahan, orang federasi, sipil, siapapun yang terlibat kita akan tindak lanjuti," tegas mantan perenang itu kepada VIVA.

Harus diakui, penangkapan oleh Satgas merupakan sebuah terobosan dalam menangani mafia bola selama ini. Terlebih lagi, aparat juga sudah menetapkan alas hukum yang tepat buat menjerat mereka.

Berbeda dengan penanganan kasus yang sempat diselidiki sebelumnya. Kini, di bawah satgas, polisi bisa lebih fokus mencari bukti-bukti serta bertindak cepat di lapangan.

"Sebelum perintah Kapolri memang Bareskrim pada waktu itu sudah melakukan upaya berbagai penyelidikan. Dari penyelidikan itu belum ditemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan ke penyidikan pada saat itu. Tapi, setelah dibentuk Satgas tim bekerja secara komprehensif lagi dan teliti sehingga menemukan unsur pidana dan alat bukti. Maka cepat dilakukan upaya paksa dalam hal ini," kata Dedi.

"Ada beberapa pasal yang dipakai untuk menjerat pelaku. Ada pasal penipuan, kemudian pasal tindak pidana suap dan dan tindak pidana pencucian uang (Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU) akan diterapkan," ujarnya menjelaskan.

Selanjutnya, Modus operandi..

Modus Operandi Mafia Bola

Belum lama ini, publik sepakbola nasional dibuat geger dengan pengakuan Januar Herwanto, Manajer Madura FC, dalam sebuah acara televisi swasta. Dia membeberkan borok penyelenggaraan Liga 2, di mana timnya hampir saja menjadi korban mafia bola.