Gurita Mafia Bola

Logo PSSI
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Januar mengaku sempat dihubungi oleh Hidayat, Exco PSSI yang sekarang sudah mundur, agar klubnya mengalah di laga melawan PSS Sleman. Sebagai imbalan, Januar akan dibayar hingga Rp110 juta. Menampik tawaran itu, Januar kemudian mengaku diancam oleh Hidayat. Mantan pejabat PSSI tersebut malah mengatakan, "Saya akan beli pemain kamu."

Untungnya semua itu cuma gertak sambal. Terbukti dalam pertandingan yang dimaksud, Madura FC bisa meraih kemenangan.

Manajer Madura FC, Januar Herwanto

Dari pengakuan Januar tersebut bisa ditarik kesimpulan bagaimana para mafia bola bekerja. Mereka mampu masuk ke semua lini, mulai dari pengurus federasi, klub, pemain hingga wasit. Tidak aneh bila selama ini mereka bisa sangat leluasa merusak sepakbola tanah air.

Kepada VIVA, Januar mengatakan kesalahan membiarkan praktik kotor di sepakbola juga ada pada orang-orang yang tidak terlibat namun mengetahuinya. Mereka melakukan pembiaraan karena berbagai alasan.

"Sebenarnya saya ungkapkan di WA Grup manager (klub Liga 2), terus semuanya memang pada takut dan diam saja. Tapi, mereka, sebagian ada yang japri saya dan nelepon saya bilang 'oh bagus pak saya dukung'. Jadi ini kan persoalannya memang kesalahan kolektif, kita membiarkan mafia ini leluasa bergerak, kenapa? Karena didukung atmosfer para pemain sepakbola dan pengelola klub," kata Januar.

"Kalau atmosfer itu tidak dibentuk kan diam semua. Yang saya heran kok pada diam dan saya bingung diam karena kenapa," ungkapnya.

Polisi melalui satgas mengatakan sudah membaca modus operandi mafia bola. Sama seperti yang diungkap Januar, itu melibatkan banyak unsur dari lapisan atas sampai yang terkecil, misalnya pemain.

"Pengaturan skor itu banyak lah dilakukan mereka. Mempengaruhi wasit, mempengaruhi pemain, mempengaruhi pemilik klub, mempengaruhi unsur lain yang bisa memiliki impact terhadap tim ditargetkan kalah atau menang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

"Itu (modusnya) masih didalami. Yang jelas keuntungan untuk kelompok mereka. Kalau judi bola masih didalami. Judi bola yang banyak diungkap selama ini terkait pertandingan liga luar negeri belum ditemukan di domestik," ujar Dedi ketika ditanya soal keterkaitan mafia bola dengan bandar judi.