Gurita Mafia Bola
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Walau sudah menangkap empat orang, tapi rasanya publik masih gerah karena mereka hanya terkait dengan kasus di kompetisi kasta ketiga, Liga 3. Padahal, selama ini isu atau rumor yang beredar lebih dari itu, bahkan menyangkut pengaturan skor di kompetisi kasta tertinggi, Liga 1, bahkan hingga pertandingan Timnas Indonesia.
Seperti belum lama ini juga heboh lagi soal isu 'main mata' mafia bola dalam pertandingan final Piala AFF 2010. Beberapa penggawa Timnas kala itu bahkan sampai disebut menjual diri untuk membantu Malaysia meraih kemenangan 3-0 di Stadion Bukit Jalil.
Satgas mengaku tidak menutup mata dengan itu semua. Penanganan kasus di Liga 3 disebut sebagai langkah awal atau pintu masuk demi membongkar semua kebusukan di sepakbola tanah air.
"Sementara Liga 3 dulu jadi pintu masuk. Nanti akan dikembangkan oleh satgas, kita fokus dulu. Kita urai semaksimal mungkin. Untuk peran masing-masing di Liga 3. Ada laporan Liga 1 dan Liga 2, tapi masih didalami tim," kata Dedi.
"Tapi, tidak menutup kemungkinan para tersangka yang sudah diperiksa hari ini bisa bertambah dan alat bukti, maka bisa dikembangkan lagi baik ke Liga 2, Liga 1 bahkan pertandingan internasional. Penyidik sudah punya timeline dan target-target juga," ujarnya menjelaskan.
Hingga Kamis, 3 Januari 2018, satgas menyatakan sudah ada 50 laporan terkait mafia bola yang hendak ditindaklanjuti. Sedangkan secara keseluruhan ada 267 laporan yang sudah masuk sejak satgas pertama kali terbentuk, meski tidak semuanya dianggap layak untuk ditingkatkan statusnya.
Langkah PSSI...
Posisi dan Langkah PSSI
Bagaimana pun, dalam kasus mafia bola ini, PSSI punya kedudukan paling penting. Mereka adalah badan yang menaungi serta bertanggung jawab atas perkembangan sepakbola di Indonesia sekaligus menjadi delegasi di FIFA.
Banyak pandangan miring kepada PSSI karena selama ini seolah diam atas segala kasus atau isu mafia bola. Tapi, hal tersebut coba dibantah. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, membeberkan bahwa selama ini federasi sudah juga bekerja keras demi memajukan sepakbola, termasuk dalam menghapus praktik kotor di atas lapangan.
Langkah PSSI salah satunya adalah menggandeng pihak ketiga, lembaga penyedia data, Genius Sport, untuk bantu memberikan informasi tentang pertandingan yang terindikasi terlibat pengaturan skor. Lembaga tersebut disebut sudah bekerja sama dengan FIFA serta AFC.