Sampah Bawa Berkah

Santri Ponpes Al Ashriyyah Nurul Iman sedang memilah sampah untuk didaur ulang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mustakim

VIVA.co.id - Pagi itu, sejumlah remaja beragam usia terlihat sibuk. Ada yang duduk sembari menunduk, berjongkok, dan ada juga yang berdiri.

Posisi mereka beragam. Namun, mereka sibuk kerjakan hal yang sama: memilih dan memilah sampah yang berserakan.

Mereka berjibaku dengan sampah yang menumpuk. Berbagai jenis sampah mereka aduk-aduk, guna dipilih dan dipilah sesuai jenisnya.

Sesekali terdengar gurau dan canda renyah dari para remaja ini. Meski bergumul sampah, tak tampak mimik jijik dari wajah para pria tanggung ini.

Sebaliknya, mereka bekerja dengan semangat meski tubuh dan dahi mulai berkeringat. Sejauh mata memandang, tampak sampah berserakan.

Ada beragam jenis sampah di tempat ini, mulai dari plastik, kertas, besi, kardus, botol juga jenis sampah lain. Tak jauh dari mereka, terlihat mesin pencacah plastik dan mesin untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos.

Para remaja ini adalah santri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman. Daur ulang sampah merupakan salah satu unit bisnis di boarding school yang terletak di Desa Waru Jaya, Parung, Bogor, Jawa Barat ini.

Wakil Ketua Divisi Daur Ulang, Khosyiin (23) mengatakan, ada sekitar 22 santri yang terlibat dalam daur ulang sampah, mulai dari mengambil sampah hingga membersihkan dan memilah. Setiap pagi, mereka menyisir pesantren guna memungut sampah.

Gundukan sampah di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman siap untuk didaur ulang. Foto: VIVA.co.id/Mustakim

Setelah itu mereka akan membersihkan dan memilah sampah sesuai jenisnya. “Tiap hari kerja. Kalau kita rehat sehari saja dampaknya sampah di pondok akan menumpuk,” ujar mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini kepada VIVA.co.id , Selasa, 17 Februari 2015.

Mahasiswa semester VIII ini menjelaskan, saat ini ia dan rekan-rekannya di Divisi Daur Ulang hanya memilah dan mengolah sampah kering. Sementara untuk sampah basah dan organik ditangani Unit Bisnis Peternakan.

Hal itu dilakukan karena unit peternakan juga mengelola limbah atau kotoran sapi dan kambing. “Di sini kita fokus memilah sampah kering. Untuk sampah organik kita minta bagian peternakan, supaya mereka juga punya pemasukan,” ujar santri asal Kabupaten Indramayu ini menambahkan.