Bisnis Haram Pemain Peran

Polisi memperlihatkan muncikari RA
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir



Revolusi Prostitusi
Penangkapan AA dan RA bukan yang pertama. Sebelumnya, polisi juga menggerebek Apartemen Kalibata City yang diduga menjadi lokasi prostitusi online. Penggerebekan ini dilakukan tak lama setelah polisi berhasil menyelidiki kasus kematian Deudeuh, PSK yang beroperasi melalui online.

Devie mengatakan, lemahnya pengawasan, ditambah belum adanya ketegasan hukum membuat bisnis prostitusi berkembang pesat di Indonesia.

Menurut dia, berdasarkan beberapa fakta yang ada, praktik esek-esek kini telah mengalami revolusi. Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi di hampir seluruh negara termasuk di Indonesia.

"Dulunya, prostitusi digunakan untuk memperoleh kehidupan yang layak dengan gaya singkat. Namun kini, kasus itu cenderung bergeser," katanya.

Bisnis itu, dia melanjutkan, kini dijadikan tren untuk memenuhi gaya hidup. "Ingin terlihat glamor, mentereng dan sebagainya demi untuk status atau dapat diterima dalam sebuah komunitas yang notabene diisi oleh mereka dari kalangan elite," ujar mantan Humas UI ini.

Cara yang digunakan untuk meraup pundi-pundi rupiah dari bisnis haram tersebut pun kini jauh lebih modern dan efektif. Saat ini, PSK lebih memanfaatkan teknologi, sehingga tidak butuh "marketing".

Selain itu, cara menjajakan diri dengan menggunakan teknologi lebih sulit terdeteksi aparat. "Cara ini jauh lebih menguntungkan bagi para pelaku seks komersial,” dia menambahkan.

Pendapat senada disampaikan Kisnu Widagso. Kriminolog dari UI ini mengatakan, dengan adanya teknologi informasi, perangkat gadget yang canggih menjadi alat bantu untuk melakukan kejahatan, termasuk prostitusi. Dalam bisnis ini, teknologi berfungsi menghubungkan antara produsen dan konsumen, dan di tengah-tengahnya muncikarinya.

Menurut dia, prostitusi melalui online lebih aman. Karena, selain tak terlihat, orang juga tak perlu agen untuk memasarkan.

“Dibantu transaksi lewat teknologi informasi semua bisa aman, dari biaya yang sudah ditransfer, janjian lewat sms kan nggak ada yang tahu,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 13 Mei 2015.

Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut bersuara terkait maraknya praktik prostitusi di wilayahnya. Ia mengatakan, prostitusi itu seperti kotoran manusia.

Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia di Apartemen Margonda Residence, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/5/2015). Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso