Heboh Padepokan 'Tipu-tipu'

Polisi menunjukkan barang bukti dari tersangka penipu Dimas Kanjeng Taat Pribadi di mapolda Jawa Timur, Jumat (7/10/2016). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Sumber :
  • ANTARA/M Risyal Hidayat

Ratusan petugas kepolisian mengamankan proses rekontruksi di padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/10/2016). Foto: ANTARA/Umarul Faruq

Perbedaan data pengikut bertahan juga tergambar saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan Abdul Gani dua pekan lalu digelar. Waktu itu, pihak Kepolisian setempat menyampaikan bahwa anggota yang bertahan sebanyak 85 orang. Sedangkan Bupati Probolinggo, Tantriana Hasan, menyebutkan angka 351 orang. “Karena memang banyak yang keluar-masuk. Karena itu sulit didata,” kata Sutrisno.

Kepala Kepolisian Resor Probolinggo, AKBP Armand Asmara, mengatakan bahwa pihaknya menerima kabar tuntutan pembubaran Padepokan Dimas Kanjeng dan pemulangan anggotanya yang masih bertahan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tapi sementara ini, kepolisian masih belum bisa menentukan keputusan. “Tapi kami selalu berkoordinasi dengan Muspida setempat,” katanya di Padepokan Dimas Kanjeng, Kamis, 13 Oktober 2016.

Dia meminta warga bersabar dan menyerahkan langkah persuasif yang dilakukan oleh pemerintah kepada anggota Padepokan Dimas Kanjeng yang masih bertahan. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aksi-aksi yang memancing kondisi tidak nyaman. “Biarkan penegak hukum memproses kasus hukumnya dulu,” ujarnya.

Untuk sementara ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jatim baru menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan penipuan bermodus penggandaan uang, yakni Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng. “Tersangkanya baru satu si Taat,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi Cecep Ibrahim, Kepala Subdit I Ditreskrimum Polda Jatim dihubungi VIVA.co.id, Kamis, 13 Oktober 2016.

Tapi tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus penipuan tersebut bisa bertambah. Saat ini penyidik masih terus menggali informasi soal aliran uang dan siapa saja yang berperan dalam praktik penipuan yang dilakukan oleh Taat Pribadi. Sesuai jadwal, Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim, akan diperiksa sebagai saksi pada Senin depan. “Tunggu saja Senin nanti,” kata Cecep.

Padepokan Brajamusti

Kasus penipuan berkedok padepokan bukan hanya dilakukan Taat Pribadi. Gatot Brajamusti atau biasa disapa Aa Gatot, juga punya padepokan. Namanya, Padepokan Brajamusti. Di tempat ini dia mengajarkan berbagai ilmu kepada para pengikutnya.