Heboh Padepokan 'Tipu-tipu'
- ANTARA/M Risyal Hidayat
Setibanya di tempat ritual itulah, Anton kemudian mencampurkan kopi kedua pengikutnya itu dengan sianida yang ia bawa dengan botol plastik. Seketika itu juga kedua korbannya ambruk, meregang nyawa di lokasi ritual. Kedua korbannya kemudian dibuang di tempat berbeda. Sanusi dibuang dalam kondisi miring di dalam parit, di Jalan Makam Kopo RT 09 RW 09, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok Sabtu pagi, 1 Oktober 2016.
Sedangkan Shendy, ditemukan di dalam kali Jalan Pertanian Raya, RT 05 RW 04, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad Ahmad Sanusi.
Atas kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka yakni Anton alias Aji dan Riyadi yang diduga terlibat saat Anton berupaya kabur di Lampung. Namun tak butuh waktu lama, keduanya akhirnya berhasil diringkus, Senin, 3 Oktober 2016, di Lampung. Penangkapan ini melibatkan Polda Banten, Polda Jawa Tengah dan Polda Lampung. Selanjutnya kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Kota Depok.
Prarekonstruksi pembunuhan pengikut Padepokan Satrio Aji di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (11/10/2016). Foto: VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, mengatakan progres penanganan kasus saat ini sudah tahap pemberkasan. Kepolisian juga sudah melakukan prarekonstruksi yang nantinya akan dilanjutkan rekonstruksi. Pemeriksaan psikologi juga sudah dilakukan terhadap pelaku, sebagai pelengkap berkas penyidikan.
“Dalam waktu dekat kami akan melengkapi pemberkasan untuk diserahkan ke kejaksaan,” kata Teguh.
Teguh menjelaskan, motif pembunuhan yang dilakukan Anton adalah ingin menjarah barang berharga korban. Korban penipuan atas tersangka Anton yang saat ini telah melapor adalah Sefie Rosa Winudin.
“Nah dia juga saksi atas kasus pembunuhan ini. Sebab dari saksi Sefie inilah kami dapat petunjuk sehingga bisa mengungkap kasus pembunuhan itu,” jelas Teguh.
Cerita Mantan Murid
Sefie Rosa Winudin, salah satu pemuda yang sempat ikut padepokan, menceritakan awal bergabung dengan padepokan. Sefie tahu padepokan itu setelah melihat di Facebook.
“Aktivitasnya ya saya jarang ngikut ya. Saya cuma dua bulan tahu padepokan itu. Paling kalau datang ya kumpul-kumpul aja. Dia juga sering melihatkan barang-barang yang katanya memiliki khasiat dan kemampuan gaib,” ujarnya.