Lampu Kuning Ritel Konvensional

Aktivitas pekerja di gudang online Lazada di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Ramayana masih memiliki 117 gerai yang buka di seluruh Tanah Air. Dan untuk pertumbuhan di wilayah Jabodetabek hingga Juli 2017 minus satu persen, namun di luar Jabodetabek justru tumbuh positif.

Per 30 Juni 2017, berdasarkan data di Bursa Efek Indonesia, penjualan dan pendapatan usaha Ramayana tercatat Rp3,46 triliun. Penjualan perseroan masih tumbuh sekitar sembilan persen dibanding periode sama 2016 yang terbukukan Rp3,15 triliun.

Laba Ramayana pada semester I-2017 mencapai Rp368,7 miliar, atau masih lebih tinggi dibanding periode sama 2016 yang hanya Rp254 miliar.

Namun, seperti juga dengan Matahari, beban pokok penjualan dan pendapatan Ramayana selama semester I-2017 meningkat. Beban pokok naik dari Rp1,95 triliun per 30 Juni 2016 menjadi Rp2,12 triliun pada periode sama 2017.

Setyadi mengungkapkan, buruknya capaian penjualan di Jabodetabek diperkirakan karena sulitnya konsumen menuju gerai ritel. Terlebih akibat kemacetan yang cukup padat ditambah masifnya pembangunan infrastruktur di Jakarta.

"Menurut saya, dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut, ada memang kecenderungan orang melakukan transaksi online (e-commerce). Dan jika infrastruktur jadi mungkin mobilitas masyarakat bisa tinggi lagi," ujarnya. 

Untuk mengetahui antusiasme belanja masyarakat di sejumlah gerai department storeVIVA.co.id pun berupaya mendatangi perusahaan ritel level menengah atas di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, pekan ini. Pada Rabu 27 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB, pengunjung Centro Department Store yang berlokasi di bilangan Bintaro, terlihat tidak terlalu ramai.

Kondisi yang hampir sama terlihat di Metro Department Store di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, pada Jumat 29 September 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu department store papan atas itu juga tak cukup banyak pengunjung. 

Pengunjung mal lebih banyak yang datang untuk sekadar kongko-kongko di restoran atau kafe-kafe yang berada di mal-mal tersebut. 

Namun, hingga berita ini diturunkan, manajemen Centro Department Store dan Metro Department Store belum bisa memberikan keterangan terkait dengan tingkat kunjungan konsumen dalam berbelanja di dua ritel konvensional ternama di Jakarta tersebut.

Sementara itu, gerai Lotus Department Store yang sempat menghiasi mal Bekasi Square, kini juga sudah tidak ada lagi. Sejak rebranding Bekasi Square dengan nama baru menjadi Revo Town, tidak dijumpai lagi gerai Lotus di mal kawasan Kota Bekasi itu.