Tantangan Investasi Tol Tak Hanya Cari Duit dari Traffic

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit.
Sumber :
  • Raden Jihad Akbar/VIVA.co.id

Dari 2.900 km yang yang 200 km sudah dibangun dan dioperasikan. Yang 2.700 km itu yang ditugaskan ke Hutama Karya, jadi seluruh jaringan tol di Sumatera itu yang kita namakan Trans Sumatera. 

Di Palembang sudah ada Palembang-Indralaya, kemudian Bakauheni-Terbanggi Besar. Nah Terbanggi Besar ke Indralaya yang kita belum bisa operasional penuh tapi bisa kita bisa fungsionalkan pada saat Lebaran nanti. Sehingga, pada saat mudik dan arus balik harapan kita  antara Palembang ke Bakauheni sudah bisa dimanfaatkan pemudik. 

Apa tantangan utama bangun tol di Sumatera? 

Ada dua hal, secara engginering dan keuangan. Secara enggenering tol di Sumatera tanah lunak dan tanah gambut. Dan di ruas-ruas sirip dari selatan ke utara dan ada juga dari timur ke barat seperti Bengkulu ke Sumatera Selatan, dari Sumatera Barat ke Riau, itu banyak tanah gambut dan rawa. 

Itu tantangan besar bagi pembangunan kontraktor kita. Beberapa teknik dan teknologi baru sudah digunakan untuk mengantisipasi lahan gambut dan penurunan tanah. Kalau barat ke timur, persoalan utama tentu saja bukit barisan. 

Kemarin sudah dilaporkan oleh Hutama Karya untuk Bengkulu saja itu akan menempuh bukit barisan yang cukup panjang sekitar 4 km. Kemudian di Sumatera Barat juga kita akan tembus bukit barisan, terowongan-terowongan panjang. 

Ini merupakan milestone atau capaian-capaian baru  yang saya kira menjadi penting. Apalagi ini yang melaksanakan semua kan Hutama Karya BUMN kita. Menurut saya ini Karya bangsa yang musti kita apresiasi. Itu dari sisi enggenering.