Batalyon Kalajengking Sakti Susul Pasukan Rajawali ke Papua

VIVA Militer: Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti
Sumber :
  • Instagram/@yonif126kalacakti

VIVA – Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB), telah mengirimkan hampir 1.000 prajuritnya ke Papua. Setelah mengerahkan 450 prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali (Yonif 123/Rajawali), Yonif 126/Kala Cakti pun diterbangkan ke Bumi Cenderawasih.

Yang terbaru, Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/Bukit Barisan), Mayjen TNI Hassanudin, melepas anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Timur Yonif 126/Kala Cakti, Kamis 28 Oktober 2021.

Itu berarti, hanya dalam satu bulan Kodam I/Bukit Barisan mengerahkan dua pasukan infanteri ke Papua. Sebab pada 9 Oktober 2021 lalu, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali lebih dulu dikerahkan. Namun demikian, pengerahan dua pasukan ke Papua adalah bukti kontribusi besar yang diberikan oleh Kodam I/Bukit Barisan

Mayjen TNI Hassanudin tahu persis bahwa menjalankan tugas di Papua bukan lah perkara mudah. Selain medan tugas hutan belantara dan pegunungan terjal, ada bahaya serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mengintai.

Hal ini dijelaskan Pangdam I/Bukit Barisan dalam amanatnya dalam Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti, di Markas Komando (Mako) Yonif 126/Kala Cakti, Sei Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

VIVA Militer: Pangdam I/Bukit Barisan lepas Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali

Photo :
  • Instagram/@yonif123rajawali

"Kita ketahui bersama bahwa wilayah perbatasan merupakan daerah rawan. Dikaitkan dengan perkembangan terakhir situasi keamanan di wilayah papua khususnya daerah perbatasan, masih sering terjadi aksi dari kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan RI," ujar Mayjen TNI Hassanudin.

"Mereka tidak segan-segan untuk menyerang aparat khususnya anggota TNI dan Polri, sudah cukup banyak korban akibat kelalaian dan menganggap remeh situasi yang terjadi disana, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban terus bertambah," jelasnya.

Oleh sebab itu, Mayjen TNI Hassanudin berpesan agar para anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti memadukan strategi operasi teritorial, operasi intelijen dan operasi tempur secara profesional

Dan satu hal yang wajib dilakukan oleh para prajurit adalah berusaha keras merebut simpati masyarakat Papua, dan kewaspadaan tinggi dalam menyikapi segala bentuk provokasi. Hal ini ditegaskan pula oleh Pangdam I/Bukit Barisan saat melepas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali.

"Tunjukkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, dengan tetap sabar dan waspada namun tegas dalam bertindak," tegas Pangdam I/Bukit Barisan.

VIVA Militer: Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali

Photo :
  • Instagram/@yonif123rajawali

 

"Jangan terpancing oleh Provokasi yang Negatif. Setiap prajurit harus mampu menjaga kehormatan satuan,  kehormatan Kodam I/BB, kehormatan TNI AD, sekaligus menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI," ucapnya.

Sebagai informasi, Yonif 126/Kala Cakti adalah dan Yonif 123/Rajawali Satuan Tempur Infanteri yang berada di bawah kendali Kodam I/Bukit Barisan. Yonif 126/Kala Cakti berdiri pada 8 September 1965, dan saat ini menjadi bagian dari Komando Resor Militer 022/Pantai Timur (Korem 022/PT).

Sementara itu, Yonif 123/Rajawali didirikan pada 19 Februari 1965 dan saat ini menjadi bagian dari Korem 023/Kawal Samudera (Korem 023/KS).