Penyebab Mobil Rp100 Jutaan Makin Digilai Masyarakat

Datsun Hatchback saat melakukan test drive, Selasa (7/10/2014).
Sumber :
  • FOTO: VIVAnews/Aries Setiawan

VIVA.co.id – Dewasa ini mobil murah ramah lingkungan alias Low Cost and Green Car (LCGC) terus mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat. Penjualannya terus melesat naik, bahkan di antaranya menjadi mobil-mobil terpopuler di Indonesia. Jika melihat harga, tentu saja menarik, karena LCGC dibanderol dengan harga Rp100 jutaan, bahkan ada yang dibanderol di bawahnya, sesuai dengan program pemerintah.

Menurut General Manager Marketing Strategy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, pabrikan tak bisa menghindari pasar yang memang menghendaki demikian.

"Saya pikir ini sesuatu yang positif. Maksudnya LCGC membesar tidak bisa kita hindari, karena memang customer di Indonesia daya belinya masih rendah, karena masih banyak pengguna motor," kata dia, saat ditemui di Mal Taman Anggrek, Jakarta.

Dia menjelaskan, kalau akhirnya segmen ini membesar, tentu karena dua faktor, yakni supply dan demand. Belakangan, banyak pabrikan yang memang terus gencar menghadirkan beragam pilihan LCGC, baik lima dan tujuh penumpang.

"Kalau dari sisi demand, masih banyak populasi pengguna motor. Ketika pendapatan mereka naik, demand semakin membesar, sudah pasti mereka membeli mobil. Maka dari itu, tahun lalu LCGC berkontribusi terhadap total market nasional sekira18 persen dan tahun ini meningkat sudah mendekati 20 persen," kata dia.

Hingga kini, Nissan Indonesia sendiri memilih mengalah tidak melahirkan LCGC. Sebab, kelas tersebut sudah dipercayakan ke saudara mudanya, Datsun. Jika Nissan tetap nekat bermain di segmen itu, tentu akan terjadi kanibalisasi.

"Kalau kita defrensiasinya sudah jelas, jadi untuk kelas LCGC biar dipegang Datsun. Jadi tidak mungkin ada Nissan LCGC, itu sama saja kanibalisasi," ujar dia.