Mercy Tak Mau Coba-coba Jual Mobil Hibrida di Indonesia

Mercedes-Benz AMG S 63.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dian Tami

VIVA.co.id – Rencana pemerintah mengurangi tingkat polusi udara dengan menghadirkan kendaraan canggih ramah lingkungan, dianggap Mercedes-Benz akan menempuh jalan panjang.

Sebab, Mercedes-Benz melihat bahwa infrastruktur yang ada saat ini belum mendukung rencana tersebut.

Business and Network Development Sales Operation Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, untuk bisa membawa mobil hibrida ke Indonesia, hal itu dirasakan cukup sulit. 

"Soalnya, prosesnya panjang. Kami tidak mau coba-coba. Kami juga belum putuskan, akan dipasarkan atau tidak. Sebenarnya, secara produk kami komplet," katanya di Jakarta.  

Kariyanto mengungkapkan, banyak konsumen yang menanyakan soal sikap Mercedes-Benz menghadapi era teknologi yang kini terus berkembang di Tanah Air. 

"Kadang memang ada yang menanyakan, mana nih Mercy tidak ada suaranya. Yang lain sudah aktif untuk hibrida atau mobil listrik, tapi kami kelihatannya diam saja," ujarnya. 

Kariyanto menilai, perlu pertimbangan yang cukup panjang untuk bisa membawa masuk produk hibrida yang selama ini banyak dinantikan publik.  

"Yang minta sih ada. Model C-Class sudah ada yang hibrida. Tapi, kami bawa produk harus tanggung jawab juga purnajualnya kan," ungkapnya. 

Ia juga menjelaskan, selama ini Mercedes-Benz juga belum melakukan survei secara serius soal mobil hibrida di Tanah Air. 

"Survei juga dari kami belum (dilakukan). Karena, kami juga menunggu apakah nanti ada lisensi perpajakan, atau yang lainnya. Kalau cuma menunjang ke situ, kami sudah siap. Produk kami sudah ada," tuturnya. (ms)