Mengenal Jenis-jenis Kerusakan pada Speedometer Mobil

Ilustrasi panel instrumen.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto Sudibyo

VIVA.co.id – Tanpa adanya panel instrumen, pengemudi sulit memantau laju mobil atau mengetahui berapa sisa bahan bakar yang ada di tangki.

Karena terdiri atas komponen elektronika, panel instrumen rentan mengalami kerusakan. Lalu, apa saja jenis kerusakan panel instrumen mobil?

Juragan gerai khusus speedometer SACS Speedglow, Wira, mengatakan, beberapa mobil yang panel instrumennya sering rusak yakni Kijang Innova tahun 2000-an, Nissan Terano, Toyota Great Corolla lansiran 1992-1994 awal, Lexus LS400 tahun 2002, Kijang kapsul 1993-2002, dan beberapa model BMW lawas.

"Faktor umur rata-rata kurang lebih tujuh tahun. Kalau Innova, yang rusak jarum bensin, suhu mesin, dan penunjuk putaran mesin. Terano rusaknya di Integrated Circuit (IC), jadi langsung mati semua," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis 9 Februari 2017.

Untuk Corolla, kerusakan terjadi pada lemahnya jarum. Seperti jarum speedometer, harusnya menempuh kecepatan 80 kilometer per jam, tapi hanya menunjukkan 40 km per jam.

Pada Kijang kapsul, jarum penunjuk suhu mesin jatuh (menempel pada titik terendah).

"Saya ketok dari luar, naik lagi normal. Nanti berapa lama, jatuh lagi. Harus diganti jarumnya," tuturnya.

Kelemahan panel instrumen Lexus LS400 yakni pada lampunya. Karena, pakai lampu neon, seiring pemakaian masa lampu akan meredup.

"Kalau Eropa seperti BMW, yang rusak gigi odometer (penunjuk jarak tempuh). Karena, bahannya seperti karet," tuturnya.

Menurut dia, gigi odometer BMW zaman dulu tidak dirancang untuk suhu di Indonesia. Akibatnya, gigi odometer akan mengeras dan tidak berfungsi.