Biaya Perbaikan Bodi Mobil Biar Mulus saat Dibawa Mudik

Ilustrasi mobil
Sumber :
  • viva.co.id/Yasin

VIVA.co.id – Tak dipungkiri jika bengkel-bengkel mudik akan kebanjiran order mendekati mudik lebaran. Maklum saja, tentu banyak pemilik kendaraan yang ingin mobilnya terlihat mulus saat dibawa pulang ke kampung halaman.

Merapikan tampilan mobil bisa dilakukan dengan dua cara, yakni hanya memperbaiki panel bodi yang rusak (penyok dan lecet) atau memperbaiki seluruh bodi mobil. Keduanya memiliki waktu pengerjaan dan biaya yang tentu berbeda.

"Kalau untuk pilihan perbaikan ya tergantung kebutuhan konsumen. Ada yang hanya panel, ada juga yang misalnya mau tampilan mobil segar lagi maka pilih yang pengerjaan satu bodi penuh," ujar Adit dari bengkel spesialis bodi repair Djuan Motor (DJM) di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat 26 Mei 2017.

Pemilihan jasa tersebut, kata pria yang akrab disapa Snoy, menentukan dana yang harus disiapkan serta waktu pengerjaan mobilnya. Untuk perbaikan per panel bodi, biasanya membutuhkan waktu pengerjaan lima hari dengan range biaya Rp850 ribu sampai Rp1,2  juta.

Pengerjaan yang dilakukan berupa perbaikan bodi, ketok magic, penyesuaian dudukannya (fitting body), hingga pengecatan ulang dan finishing.

"Kalau cuma bumper yang rusak, penyok atau lecet bisa berobat jalan. Jadi panel di lepas, mobil bisa tetap dipakai, kalau kayak pintu ya mobil harus nginep sampai selesai," kata pria yang bergelut di bodi repair dan car painting sejak 2009.

Untuk pengerjaan satu bodi, dikatakan Adit, membutuhkan waktu paling cepat 40 hari dengan estimasi biaya mulai dari Rp13 juta tergantung jenis mobil dan kerusakan yang dialami.

"Ini biasanya sudah masuk biaya lapis anti karat, fighting ulang semua bodi, dan semprot ruang mesin yang kejangkau spray gun tanpa harus nurunin mesinnya," ujarnya.

Dikatakan Adit, pengerjaan full bodi bisa lebih lama jika ada panel bodi yang tidak bisa diketok dan terpaksa diganti baru. Ini lantaran menunggu datangnya part baru tersebut dan penyesuaian dudukannya di mobil.

"Paling parah bisa tiga bulan kalau rusaknya berat. Kami bisa perbaiki untuk nilai kerusakan bodi maksimal 70 persen, lebih dari itu angkat tangan. Enggak akan maksimal juga walupun diketok sana-sini. Jadi pas mobil datang kami lihat dan langsung kasih tahu ke konsumen," kata Adit.