Warna-warna Mobil yang Bakal Populer di 2018

Ilustrasi mobil berwarna putih.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA – Beragam jenis mobil ada di Indonesia, mulai dari merek Jepang, China, sampai Eropa. Warna-warna yang ditampilkan pun beragam. Calon konsumen tinggal memilih sesuai dengan kantong dan kelir idaman.

Jika melihat tren dua tahun belakangan, warna putih bisa dikatakan kelir yang kebanjiran peminat. Untuk itu, banyak pabrikan otomotif kemudian menghadirkan warna tersebut. Lalu warna apa yang bakal dilirik dan populer tahun depan?

Suhu Yo, ahli fengshui, turut memberi komentar. Menurut dia, karena tahun 2018 merupakan shio anjing unsur tanah, warna yang baik dan patut dipilih adalah dari unsur tanah dan unsur logam. Warna-warnanya adalah merah marun, hitam, silver, dan abu-abu. Sementara putih diprediksi masih cukup bagus untuk dipilih.

Memang terbilang cukup aneh memerhatikan warna berpendekatan shio. Namun hal itu masih dilakukan banyak orang, karena dianggap mendekatkan pada keberuntungan dan jauh dari apes.

“Jadi abu-abu akan naik seperti warna logam dan warna tanah merah marun. Dua warna itu jadi tren di 2018 yang banyak dicari orang. Karena kedua warna itu membawa keberuntungan,” ujarnya kepada VIVA, Jumat, 15 Desember 2017.

Selain keberuntungan, warna-warna itu juga dianggap dapat terhindar dari keapesan di 2018. “Dan shio yang nahas di 2018 itu adalah shio kambing, shio anjing, shio kerbau dan satu lagi naga. Makanya mereka banyak mencari warna silver, abu-abu atau merah marun, untuk melepaskan nahas,” ujarnya menjelaskan.

Tren Warna Global

Sementara secara global, laporan menyebut putih adalah warna yang masih paling populer di tahun depan, diikuti warna hitam. Seperti dilansir Mototrend, banyak perusahaan cat mengatakan putih adalah warna yang paling populer di planet ini.

Ini menempati urutan pertama di Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Utara. Sedangkan hitam adalah warna kedua yang paling populer di tiga wilayah, kecuali Amerika Selatan di mana di sana justru kelir perak lah yang paling banyak dipilih.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh PPG, hampir 60 persen konsumen mengatakan, bahwa warna merupakan faktor utama sebelum memutuskan melakukan pembelian kendaraan. Dan survei mengatakan, sebagian besar konsumen alias 75 persen dari yang disurvei, lebih memilih warna konservatif seperti putih, hitam, abu-abu dan silver.

Pertanyaan pun muncul, apakah preferensi warna disebabkan oleh 'paksaan' yang ditawarkan oleh produsen. Ternyata tidak. Sebab perusahaan justru selalu menggunakan pendekatan pada keinginan konsumen.

Maka itu andaipun ada warna-warna tertentu, maka produsen coba menghadirkannya sebagai edisi terbatas. Padahal statistik menunjukkan jika warna itu tidaklah populer. (mus)