Dokter Kulit Ini Beberkan Bahaya Helm yang Jarang Dicuci

Helm
Sumber :
  • VIVA.co.id/Danar Dono

VIVA.co.id – Tak dipungkiri, fungsi helm tentu sangat vital bagi pengendara sepeda motor. Fungsi utamanya, tentu melindungi kepala jika terjadi kecelakaan. Namun, terkadang pengendara motor sering melupakan faktor kebersihan helm.

Padahal, helm yang tidak rutin dibersihkan, atau dicuci berpotensi menghadirkan masalah bagi sang pengendara. Beberapa masalah yang timbul, di antaranya munculnya jerawat pada muka dan rambut berketombe.

Hal itu juga dibenarkan dokter spesialis kulit, Irene, yang memang menyarankan para pengendara sepeda motor untuk rutin mencuci helm. “Disarankan, para pengendara rajin-rajin untuk membersihkan helm,” kata Irene kepada VIVA.co.id, Rabu 21 September 2016.

Lebih lanjut, Irene menyarankan, para pengendara motor untuk mencuci helm di tempat khusus pencucian helm. Hal itu untuk memastikan bagian dalam helm benar-benar kering. "Harus benar kering, jangan sampai lembab. Sehabis berkendara, wajah juga sering dicuci," kata dia.

Director Ramopro Performance, Richard Ryan menambahkan, sebenarnya banyak manfaat yang didapat bila pengendara rajin mencuci helm. Selain kebersihan tetap terjaga, helm tak menjadi sarang bakteri dan kuman. "Busa dan kain di dalam helm, pasti akan tumbuh jamur, karena udara yang lembab," kata Ryan.

Menurut dia, helm yang tidak dicuci selama berbulan-bulan akan menimbulkan masalah pada kulit dan kepala lantaran banyaknya bakteri yang menumpuk pada dalam helm. "Helm itu kan lembab, pasti akan timbul jamur dan kotor," katanya.

Sementara itu, Joddy, pemilik Joddy Motorsports mengungkapkan, sebaiknya pencucian helm dilakukan dua kali dalam sebulan. Ia menyarankan, helm tidak dicuci terlalu sering, lantaran akan merusak bagian dalam helm tersebut.

"Enggak bisa sering-sering dicuci, interval sebulan sekali, atau dua bulan sekali untuk jaga kesehatan di kepala dan wajah. Kebersihan helm sangat penting buat pengendara motor," ujarnya. (asp)