Aksi Biker 'Live Facebook' saat Dipukul Polisi karena Tilang

Biker live Facebook saat dipukul polisi.
Sumber :
  • Rushlane

VIVA.co.id – Sebuah perilaku tak pantas diperlihatkan seorang polisi terhadap pengendara sepeda motor yang kedapatan tak bisa menunjukkan kepemilikan Surat Izin Mengemudi. Polisi itu gelap mata dan nampak emosi hingga memukuli pengendara yang ditilangnya secara membabi buta.

Menariknya, aksi itu berhasil terekam kamera dan ditonton banyak warganet di jagad maya, karena biker yang ditilang itu memang tengah melakukan live Facebook, saat polisi itu menyerangnya di kantor polisi.

Dilansir Rushlane, Rabu 29 Maret 2017, peristiwa itu berlangsung di Mumbai, India, di salah satu kantor polisi. Biker yang ditilang bernama Siddhesh Sawant. Dia digiring ke kantor polisi bersama ayahnya karena tak mau membayar denda sebesar 201 rupee atau setara Rp43 ribu.

Apa pun situasinya, polisi yang melakukan penilangan terhadap Siddhesh nampak geram dan melakukan pendekatan barbar dengan memukul pengendara itu. Fakta ini tertera jelas dari video yang berhasil direkam Siddhesh.

Menurut Siddhesh, polisi lalu lintas yang menilangnya telah mengambil kunci sepeda motornya karena dia menolak membayar denda. Setelah terlibat adu argumen, Siddhesh kemudian digiring ke kantor polisi terdekat. Saat itulah dia berinisiatif untuk menyiarkan langsung peristiwa yang dialaminya. 

Di sela tengah melakukan live Facebook, polisi yang menilang kemudian menghampirinya dan langsung memukulinya. Polisi itu nampak tak terima dengan argumen yang disampaikan Sidhesh. Dia juga mengatakan kunci motor Siddhesh telah hilang. Atas aksi itu, sejumlah polisi yang berada di lokasi langsung melerainya.

Kini aksi tersebut tengah ramai dibahas di India. Sejumlah surat kabar kenamaan India juga banyak memuat insiden yang dialami Siddhesh. Dalam sebuah keterangan polisi yang memukul Siddhesh, disampaikan dia melakukan aksi pemukulan karena alasan tertentu, yang dianggap telah melecehkan posisi aparat. Sementara Siddhesh mengklaim, cerita yang disampaikan polisi yang memukulinya palsu dan hanya bualan belaka. Kasus tersebut hingga kini masih terus diselidiki kepolisian India.