BPN Teringat Pertanyaan Jebakan saat Debat Capres Pemilu 2014

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (tengah).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berterus terang sempat menyampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum agar materi debat capres-cawapres tidak membahas tentang masalah-masalah teknis dan tak substansial.

Kubu Prabowo, seperti disampaikan Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, teringat momen debat capres pemilu 2014. Ketika itu Prabowo tak dapat menjawab pertanyaan Joko Widodo tentang kepanjangan dari singkatan TPID atau Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Priyo mengusulkan kepada KPU agar lembaga penyelenggara pemilu menghindari pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang cenderung untuk jebakan. Sebab, harus diakui pula bahwa calon pemimpin tak mesti memahami hal-hal teknis semacam itu. Calon pemimpin berbicara tentang gagasan-gagasan besar.

“Betul [kami] menghindari pertanyaan sepele seperti kata singkatan. Saat itu Jokowi menyampaikan pertanyaan tentang TPID: Tim Pengendali Inflasi Daerah. Pak Prabowo terlalu jujur menyampaikan tidak tahu,” katanya dalam forum Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa malam, 8 Januari 2019.

Pertanyaan-pertanyaan serupa itu, menurut Priyo, sebenarnya bisa diajukan juga oleh Prabowo kepada Jokowi, yang kemungkinan besar tak dapat dijawab oleh lawan. Misal, Prabowo sebagai tokoh militer menanyakan satu jenis rudal buatan Uni Soviet.

Tetapi, pertanyaan-pertanyaan seperti itu sebenarnya tak substansial karena terlalu teknis sehingga malah berpotensi menyingkirkan hal-hal penting lain yang lebih dibutuhkan oleh bangsa dan negara. “Kalau tidak ada visi dari KPU [tentang materi debat capres), itu akan jadi lubang-lubang jebakan.”