Partai Pendukung Eri di Pilkada Surabaya Ungkap Gerakan Politik Uang

Plt Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya Yusuf Lakaseng
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Plt Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya Yusuf Lakaseng mencium adanya gerakan politik uang dua pekan menjelang pemungutan suara Pilkada Surabaya pada 9 Desember 2020. Karena itu, ia meminta warga Surabaya tetap teguh menjaga kehormatan demokrasi dengan menolak segala bentuk praktik politik transaksional.

Yusuf tak menyebut gerakan politik transaksional itu dilakukan oleh kubu pasangan calon yang mana. Namun diketahui, di Pilkada Surabaya PSI adalah partai yang mendukung paslon nomor urut satu yang diusung PDIP, yakni Eri Cahyadi-Armudji. Tak mungkin ucapannya diarahkan pada kubu paslon yang didukung. “Ini sudah menjamur di berbagi tempat dan modus,” katanya di kantor PSI Surabaya kemarin, dikutip VIVA pada Jumat, 27 November 2020.

Yusuf mengaku menerima banyak laporan dari warga soal praktik politik transaksional itu dalam beberapa hari terakhir, termasuk pendomplengan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kampanye oleh sejumlah orang beratribut paslon nomor urut dua, Machfud Arifin-Mujiaman, beberapa waktu lalu.

Baca: Bawaslu Endus Potensi Politik Uang Jelang Pencoblosan di Pilkada 2020

Yusuf meminta tim relawan di PSI agar mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan politik transaksional, kendati sangat sulit. “Sayangnya,  memang sulit untuk ditemui barang buktinya. Terakhir, ada bantuan sosial bencana yang dijadikan alat kampanye," ujarnya.

Soal upaya pemenangan Eri-Armudji, Yusuf mengatakan PSI terus menggenjot 200 relawannya untuk memengaruhi para pemilih melalui ‘gerakan udara’, utamanya calon pemilih pemula alias generasi milenial.

“Kota Surabaya memiliki potensi milenial atau pemilih berusia 17-45 tahun, yang cukup besar. Kami targetkan, dari total milenial di Surabaya, 80 persen di antaranya harus mendukung ErJi (Eri-Armudji),” katanya.

Pilkada Surabaya diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Eri Cahyadi-Armudji yang diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI dan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, diusung oleh Nasdem, PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, dan PKS.