KPK di Ujung Tanduk
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Politikus Partai Gerindra itu berharap orang yang dipilih bukanlah orang yang pernah melakukan pelanggaran etik dan harus orang-orang terbaik di bidangnya. "Tentu yang jadi ukuran integritas, kapabilitas dan komitmen," katanya.
Fadli berharap Komisi III DPR, yang memiliki kewenangan untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan capim KPK, bisa menilai kelaikan para calon.
"Saya kira bisa saja (DPR menolak), kan dalam beberapa kasus seperti hakim dan sebagainya, bisa kita kembalikan, bisa kita minta sempurnakan, atau bisa setujui. Harusnya bisa seimbang, bisa objektif, terhadap calon dengan melihat kapasitas orangnya," ujarnya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon
Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo mengingatkan, pimpinan KPK mendatang akan menentukan arah KPK ke depan. Mereka patut menjaga kepercayaan masyarakat bahwa KPK mampu melawan kejahatan korupsi dengan maksimal.
"Kenapa terjadi protes? Karena masyarakat tentu saja menginginkan bahwa KPK tetap memberantas korupsi negeri ini tidak ada halangan, dan tidak ada tantangan yang berarti. Karena yang terpenting adalah pimpinan KPK yang punya integritas tinggi, reputasi yang baik, dan rekam jejak yang jelas," kata Yudi.
Menurutnya, akan sangat berbahaya jika pimpinan KPK ketika terpilih nanti itu orang yang tidak didukung oleh masyarakat. Dan ini tentu saja membuat pemberantasan korupsi akan mati suri, pemberantasan korupsi akan dibajak, pemberantasan korupsi akan jadi kenangan saja.
Kendati demikian, klaim Yudi, pihaknya masih percaya Presiden Jokowi akan mendengar aspirasi dari masyarakat serta tokoh-tokoh nasional dan negarawan terkait capim KPK. Dia pun berharap para peserta yang direkomendasikan ke DPR nantinya merupakan para pejuang antikorupsi yang berintegritas bagus.
"Karena itu sekali lagi kami sampaikan bahwa seleksi ini belum berakhir. Seleksi ini akan ada di tangan Pak Jokowi. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Indonesia yang antikorupsi mari kita kembali suarakan bahwa jangan sampai KPK dipimpin oleh orang yang miliki reputasi kurang baik. Idealismenya kita adalah KPK dipimpin oleh orang-orang yang mampu membawa negeri ini bebas dari korupsi," ucapnya. (ase)