Bara dalam Sekam di KPK

Direktur Penyidik KPK, Brigjen Aris Budiman, dan anak buahnya, Novel Baswedan.
Sumber :
  • Antara

Hanya saja, dia berharap jangan sampai gara-gara masalah ini KPK secara kelembagaan, dipersepsikan ada yang 'main perkara', bisa mengatur kasus dan lain sebagainya.

"Saya pastikan itu enggak benar. Tapi ini kan hanya jawaban nih. Sangat tidak tepat kalau saya hanya sekedar menjawab, tapi akan lebih tepat dibentuk tim independen, diperiksa, dilihat aja di dalam permasalahannya, apakah benar seperti itu?," tegasnya.

Mantan perwira polisi itu menambahkan, pimpinan KPK bisa membentuk tim independen untuk menverifikasi tuduhan-tuduhan itu. Sebab, kata Novel, untuk memastikan ada tidaknya permasalahan di internal KPK, seberapa banyak persoalannya, dan bagaimana dampaknya, bisa diungkap melalui tim yang bekerja secara independen.

Sementara itu, terkait laporan Aris dan mantan penyidik KPK ke Kepolisian, Novel sendiri sudah mengetahuinya. Kakak Novel, Taufik Baswedan mengatakan adiknya telah mengetahui laporan Direktur Penyidikan KPK itu ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan.

"Iya, (Novel) sudah tahu. Tetapi dia belum menyampaikan apa-apa ke saya (untuk menghadapi ini), kebetulan saya juga sedang di Jakarta sekarang," kata kakak kandung Novel, Taufik Baswedan, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, Minggu, 3 September 2017.

Taufik menegaskan keluarganya tidak mau gegabah dalam menghadapi laporan Aris Budiman. Apalagi, hal itu ranah internal KPK. "Tidak perlu buru-buru harusnya, kan semua itu kan tidak terjadi tiba-tiba, pasti ada sebabnya. Cerita soal email itu terjadi di internal (KPK), dan itu kritikan yang seharusnya menjadi cambuk untuk lebih baik, enggak perlu sensitif begitulah," terang Taufik.

Kendati polisi sudah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP), Ia memastikan Novel dan pihak keluarga tetap menghormati proses hukum. Tapi ia meyakini yang dilakukan adiknya untuk kebaikan KPK.

"Kami jalani saja, karena kadang suatu yang kita benci itu padahal itu baik untuk kita, dan yang kita suka padahal itu buruk untuk kita. Jadi kami mengalir saja dan harus selalu siap dengan apa yang terjadi," kata Taufik. [Baca: Pengacara Novel Baswedan Khawatir Kliennya Mau Disingkirkan]