Curhat Yusril, Jubir Jokowi-Ma'ruf, Prabowo Bikin Dokter Kalang Kabut

Ketua Umum PBB, Yusrill Ihza Mahendra.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar GM

VIVA – Aroma politik semakin kental mendekati masa pemilu Pilpres 2018. Tentunya hal itu juga memengaruhi peringkat artikel terpopuler VIVA yang bertengger sepanjang hari Selasa 14 Agustus 2018.

Pada posisi jawara, artikel terpopuler VIVA di duduki pemberitaan soal Yusril Ihza Mahendra. Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini dikabarkan 'ngambek' karena tak diajak bergabung ke Koalisi Prabowo. Curhatan Yusril juga berlanjut di posisi ke lima berita terpopuler VIVA.

Selanjutnya posisi ke dua, ada pemberitaan soal juru bicara Jokowi-Ma'ruf yang sudah bersiap untuk pembekalan menghadapi kampanye selama pemilu. 

Panasnya suasana pemilu juga menyelimuti Gubernur terpilih Provinsi Papua periode 2018-2023, Lukas Enembe. Dirinya dikabarkan dipecat dari partai Demokrat karena mendukung Jokowi dalam pilpres 2019. Dua berita terpopuler lainnya juga masih seputar politik. Bagaimana rangkumannya? Berikut ini cuplikannya.

Yusril Curhat Kesalnya Tak Diajak Gabung Koalisi Prabowo

Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, kembali mencurahkan isi hatinya di dunia maya soal nasibnya di pilpres. Melalui akun Instagram-nya, @yusrilihzamhd, dia menceritakan bagaimana sakit hatinya karena tak diajak bergabung koalisi Prabowo Subianto.

"Koalisi keumatan hanya fatamorgana yg tak pernah ada di alam nyata. PBB tidak pernah terlibat di sana. Bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara," kata Yusril melalui akun pada Senin 14 Agustus 2018.

Ia menceritakan bahwa telah berkali-kali sekjen fungsionaris PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizieq itu, tapi tidak ada respons sama sekali. Baca artikel lengkapnya di sini.

108 Jubir Jokowi-Ma'ruf: Kita Sudah Hafal Mau Diserang Apa

Tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, langsung tancap gas usai pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum, Jumat pekan lalu.

Di samping tengah intens menyusun struktur tim pemenangan, saat bersamaan mereka juga menggelar acara pembekalan bagi 108 orang perwakilan dari partai politik koalisi untuk dijadikan sebagai juru bicara tim pemenangan.

Ratusan orang yang dipilih itu memiliki latar belakang beragam. Ada anggota DPR, artis, lawyer, advokat, perwakilan pers yang jadi calon legislatif, aktivis sosial media, pakar komunikasi politik hingga ahli ekonomi makro dan mikro. Artikel lengkapnya baca di sini.

Dukung Jokowi, Gubernur Terpilih Papua Siap Dipecat Demokrat

Gubernur terpilih Provinsi Papua periode 2018-2023, Lukas Enembe menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo untuk menjabat Presiden Indonesia dua periode.

Bahkan, menyatakan siap menerima segala risiko atas keputusannya tersebut, termasuk jika dipecat Partai Demokrat sebagai kader.

Hal itu dikatakan Luka Enembe, yang juga Ketua Demokrat Papua, usai pleno Komisi Pemilihan Umum terkait penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih di Jayapura, Senin 13 Agustus 2018.

"Demokrat Papua siap mendukung Jokowi untuk memimpin RI yang kedua periode, dan semua kader Demokrat sudah menyatakan sikap akan hal itu," kata Lukas Enembe. Baca selengkapnya di sini.

Tim Dokter Sempat Kalang Kabut sebelum Periksa Kesehatan Prabowo

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan klarifikasi mengenai waktu pemeriksaan Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih lama daripada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta.

Pada dasarnya, menurut IDI, tidak ada perbedaan berarti dalam pemeriksaan itu, bahkan prosedur dan alat-alat yang dipakai pun sama saja. Perbedaan waktu hanya karena ada jeda untuk salat dan makan.

"Sebenarnya masalah prinsip bidang medis tidak ada, tapi ada waktu jeda untuk salat, untuk makan, dan tentunya di situ letak perbedaan waktu dan jamnya juga beda,” kata Ketua Umum IDI, Ilham Oetama Marsis, di RSPAD pada Senin malam, 13 Agustus 2018. Baca artikel lengkapnya di sini.

Yusril: Koalisi Keumatan Hanya Fatamorgana

Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB, Yusril Ihza Mahendra mencurahkan isi hatinya, terkait dengan dinamika pemilihan presiden 2019. Dia menyerang koalisi keumatan yang digalang Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat.

"Koalisi keumatan itu hanya fatamorgana yang tidak pernah ada di alam nyata. PBB tidak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara," tulis Yusril di akun Instagramnya, yusrilihzamhd, Senin 13 Agustus 2018.

Yusril mengatakan, berkali-kali sekjen dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Partai Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizieq, tetapi tidak ada respons sama sekali. Selengkapnya di sini.