Sebelum Nulis 'Dilan', Pidi Baiq Ternyata Desainer Prangko

Pidi Baiq
Sumber :
  • Adi suparman/VIVA.co.id/ Bandung

VIVA – Sosok ayah Pidi Baiq yang memiliki karakter kebebasan berpikir dalam membuat sebuah karya novel hingga diangkat dalam sebuah film layar lebar, ternyata mempunyai latar belakang profesi lain.

Ternyata, Pidi sebelum menulis novel Dilan 1990, merupakan desainer prangko PT Pos Indonesia yang bergabung sejak 1998, dengan sentuhan seninya.

"Pidi Baiq itu adalah desiner prangko yang sudah mendesain prangko sejak 1998. Jadi, dia itu sebelum membuat Dilan, dia sudah bolak-balik membuat prangko," kata Manajer Marketing dan Komunikasi PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta di Bandung, Jawa Barat, Selasa 6 Maret 2018.

Tata memastikan, sosok Pidi di PT Pos Indonesia merupakan sosok asing. Di zamannya, prangko karya vokalis The Panas Dalam ini menjadi buah bibir dan banyak diburu para kolektor.

"Kurang lebih sudah ada 17 judul prangko yang sudah dia buat sejak 1998, entah itu dia membuatnya secara kelompok atau sendiri," kata Tata.

Menurutnya, keahlian Pidi dalam membuat prangko sangat diapresiasi dan otentik. Dalam kiprahnya, pihaknya mengaku bahwa produk prangko karya Pidi Baiq memberikan gebrakan.

"Yang pertama dia buat itu, ada seri cerita rakyat tahun 1998. Pidi Baiq orang kreatif. Kenapa? Di 1998, kita ingin membuat sebuah prangko seri cerita rakyat, biasanya satu keping satu gambar. Nah, si ayah ini membuat prangko lima keping gambarnya nyambung," tutur dia.

Jadi, prangko tersebut menjadi model dan desain baru. Bahkan, menurutnya, gambar yang dibuat Pidi keren.

"Kalau enggak salah, dulu dimulai dari cerita Sangkuriang. Dari situ kita mulai suka," katanya.